Peluncuran tersebut bertepatan dengan perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-49 Pasar Modal Indonesia. Sedikitnya lima Manajer Investasi (MI) ikut serta dalam peluncuran ETF emas tersebut.
Kelima MI tersebut antara lain PT Trimegah Asset Management, PT BRI Manajemen Investasi, PT Mandiri Manajemen Investasi, PT Syailendra Capital, dan PT Indo Premier Investment Management.
Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Friderica Widyasari mengatakan, kehadiran ETF emas memberikan alternatif investasi yang lebih praktis dan likuid karena dapat diperdagangkan di BEI.
Menurutnya, instrumen tersebut juga dapat memperluas akses masyarakat terhadap investasi, sekaligus menjadi pilihan investasi yang sesuai dengan prinsip syariah.
"ETF emas ini menawarkan kepraktisan dan juga likuid karena diperdagangkan di Bursa Efek Indonesia, perluasan pasar, investasi inklusif sesuai prinsip syariah," kata perempuan yang akrab disapa Kiki di Gedung BEI, Jakarta.
Selain itu, emas dinilai memiliki karakter sebagai aset safe haven yang dapat menjadi pelindung ketika terjadi volatilitas di pasar.
Lebih lanjut, ia menyampaikan ETF emas yang diluncurkan telah memperoleh kesesuaian dengan prinsip syariah berdasarkan fatwa Dewan Syariah Nasional Majelis Ulama Indonesia.
Dengan demikian, ETF emas, sambungnya, dapat menjadi alternatif investasi bagi masyarakat yang ingin berinvestasi pada emas tanpa harus memiliki emas secara fisik.
"Ini bisa menjadi alternatif utama terutama buat ibu-ibu Pak Menko karena ibu-ibu itu suka emas, ya, baik emas-emas yang bisa dipegang, emas-emas yang bisa digandeng maupun hari ini emas-emas yang tercatat di Bursa ETF Indonesia," pungkasnya.
BERITA TERKAIT: