Tambahan Kuota KIP Bentuk Keberpihakan Negara kepada Anak-anak Keluarga Miskin

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/widodo-bogiarto-1'>WIDODO BOGIARTO</a>
LAPORAN: WIDODO BOGIARTO
  • Rabu, 23 September 2026, 01:25 WIB
Tambahan Kuota KIP Bentuk Keberpihakan Negara kepada Anak-anak Keluarga Miskin
Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah. (Foto: Istimewa)
Kecil Besar
rmol news logo Penambahan anggaran dan kuota Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah pada 2027 diapresiasi Anggota DPD RI Dapil DKI Jakarta yang juga pemerhati pendidikan Fahira Idris.

Setelah adanya tambahan tersebut, pagu anggaran Kemdiktisaintek Tahun Anggaran 2027 menjadi sebesar Rp66,440 triliun. Tambahan anggaran tersebut, akan digunakan untuk memperkuat dukungan akses pendidikan tinggi bagi mahasiswa melalui KIP Kuliah.

“Penambahan anggaran dan kuota ini merupakan keputusan strategis sekaligus bentuk keberpihakan negara kepada anak-anak dari keluarga kurang mampu," kata Fahira di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa 22 September 2026.

Menurut Fahira, KIP Kuliah bukan sekadar bantuan biaya pendidikan, tetapi jembatan mobilitas sosial yang memungkinkan seorang anak mengubah masa depan dirinya dan keluarganya melalui pendidikan tinggi.

Meski demikian, Senator Jakarta ini menekankan bahwa kenaikan anggaran harus diikuti penguatan tata kelola. 

“Setiap rupiah KIP Kuliah adalah amanah untuk menjaga hak pendidikan mahasiswa dari keluarga kurang mampu," kata Fahira. 

Fahira melanjutkan, dengan penambahan kuota harus berarti semakin banyak mahasiswa dapat masuk, bertahan, lulus, dan memiliki masa depan yang lebih baik.

"Jadi bukan sekadar bertambahnya nama penerima,” kata Fahira. rmol news logo article
Jadikan RMOL.ID sumber pilihan pencarian Google

FOLLOW US

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari RMOL.ID di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA