Pertamina EP membuat plan dan berinvestasi di SP-ABG supaya gas yang tadinya mengandung 65% kadar CO2, bisa dimanfaatkan dan dimonetisasi nilai dari keekonomian gas tersebut.
Hal tersebut disampaikan Supervisor Production SP-ABG, Dedy Gradienda saat memandu Media Visit di Kawasan Produksi SP-ABG yang berlokasi Desa Jatimunggul, Kecamatan Terisi, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, Selasa 22 September 2026.
"SP-ABG sendiri dihadapkan dengan challenging gas yang memiliki impurities tinggi, yaitu high CO2 content, yang mana 65% mungkin tidak bisa diapa-apakan," ujarnya.
Disampaikan Dedy, investasi teknologi yang dipakai adalah Removal Package Amine System. Dengan teknologi itu, SP-ABG bisa menurunkan kadar CO2 menjadi di angka 5% dan siap jual.
"Jadi di Indonesia mungkin ini plan satu-satunya ya mas ya, untuk bisa menurunkan kandungan CO2 content 65% menjadi 5%," terangnya.
"Gas dari SP-ABG merupakan gas terbesar yang dijual ke konsumen sebesar 9 Dolar AS per MMBTU-nya," sambung Dedy.
Masih kata Dedy, teknologi serupa akan diterapkan di pengembangan hulu minyak dan gas bumi PT Pertamina East Natuna, sebagai anak usaha Pertamina Hulu Energi.
"Contohnya Natuna yang saya dapat info itu bisa direplikasikan, makanya ini merupakan pilot project percontohan, supaya ketahanan energi tetap berlanjut," demikian Dedy.
BERITA TERKAIT: