Indeks Kospi merosot sekitar 5,93 persen pada awal perdagangan. Sementara itu, indeks saham berkapitalisasi kecil Kosdaq juga melemah 3,63 persen, mencerminkan aksi jual yang meluas di pasar saham Korea Selatan.
Di Jepang, pelemahan juga terjadi meski tidak sedalam Korea Selatan. Indeks Nikkei 225 turun 0,65 persen, sedangkan Topix terkoreksi 0,63 persen.
Di Australia, indeks acuan S&P/ASX 200 ikut melemah 0,38 persen.
Kontrak berjangka juga mengindikasikan perdagangan yang masih dibayangi sentimen negatif. Kontrak berjangka Nikkei 225 di Chicago berada di level 63.920, sedangkan kontrak Osaka diperdagangkan di 63.910, lebih rendah dibandingkan penutupan sebelumnya di 64.931,19.
Sementara itu, kontrak berjangka Hang Seng Hong Kong berada di 25.299, sedikit di atas posisi penutupan terakhir indeks di 25.207,18.
Pelaku pasar juga terus mencermati perkembangan geopolitik di Timur Tengah. Ketegangan antara Amerika Serikat (AS) dan Iran untuk sementara mereda, seiring upaya para diplomat membuka ruang bagi perundingan damai. Selain itu, perhatian investor tertuju pada pertemuan Presiden AS Donald Trump dengan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu yang dijadwalkan membahas situasi Iran.
Netanyahu menegaskan tujuan utama pertemuan tersebut adalah menjaga keamanan Israel, memperkuat posisi negaranya, serta memperluas peluang terciptanya perdamaian di kawasan. Perkembangan dari perundingan tersebut diperkirakan akan menjadi salah satu faktor yang memengaruhi sentimen pasar global dalam beberapa hari ke depan.
BERITA TERKAIT: