Di Jepang, indeks Nikkei 225 naik 0,24 persen, sementara Topix menguat 0,60 persen.
Bursa Korea Selatan melaporkan hal serupa, Kospi bertambah 0,44 persen, sedangkan indeks saham berkapitalisasi kecil Kosdaq melesat 1,49 persen.
Sementara itu, indeks acuan Australia S&P/ASX 200 naik 0,97 persen, menunjukkan penguatan yang merata di kawasan Asia-Pasifik.
Pergerakan positif di pasar Asia terjadi seiring anjloknya harga minyak dunia. Harga minyak mentah Brent turun lebih dari 5 persen ke kisaran 92 Dolar AS per barel, sedangkan minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) Amerika Serikat juga merosot sekitar 5 persen ke level 85 Dolar AS per barel.
Penurunan harga minyak dipicu oleh perkembangan terbaru di Timur Tengah. Iran menyatakan akan menangguhkan serangannya setelah Amerika Serikat juga menghentikan operasi militer, mengakhiri hampir dua pekan eskalasi konflik yang sempat memicu kekhawatiran terhadap pasokan energi global.
Meski situasi di Timur Tengah mulai mereda, ketegangan geopolitik masih membayangi pasar. Ukraina dilaporkan menyerang sebuah kapal dagang Iran di Laut Kaspia. Insiden tersebut membuat Teheran menuduh Kyiv melakukan "tindakan bermusuhan dan kriminal", sehingga berpotensi menciptakan risiko baru bagi stabilitas kawasan.
BERITA TERKAIT: