BI: Kredit Nganggur di Bank Tembus Rp2.490 Triliun

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/alifia-dwi-ramandhita-1'>ALIFIA DWI RAMANDHITA</a>
LAPORAN: ALIFIA DWI RAMANDHITA
  • Rabu, 22 Juli 2026, 18:01 WIB
BI: Kredit Nganggur di Bank Tembus Rp2.490 Triliun
Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo. (Foto: Tangkapan layar Zoom)
Kecil Besar
rmol news logo Bank Indonesia (BI) mencatat, hingga Juni 2024, fasilitas pinjaman yang belum dimanfaatkan atau kredit nganggur (undisbursed loan) di sektor perbankan mencapai Rp2.490 triliun. Nilai tersebut setara dengan 21,52 persen dari total plafon kredit yang tersedia.

Gubernur BI Perry Warjiyo mengatakan, besarnya kredit yang belum tersalurkan itu perlu terus didorong untuk membiayai pertumbuhan ekonomi.

"Perlu terus didorong realisasinya untuk mendukung pembiayaan ekonomi," ujar Perry dalam konferensi pers virtual, Rabu 22 Juli 2026.

Di sisi lain, Perry menilai likuiditas perbankan masih memadai. Hal itu tercermin dari pertumbuhan Dana Pihak Ketiga (DPK) yang mencapai 10,21 persen secara tahunan hingga Juni 2026.

Sementara itu, penyaluran kredit perbankan pada Juni 2026 tumbuh sebesar 12,67 persen, naik dibandingkan Mei 2026 yang sebesar 11,51 persen.

Berdasarkan jenis penggunaannya, pertumbuhan kredit didorong oleh kredit investasi yang melonjak 24,9 persen, diikuti kredit modal kerja sebesar 8,94 persen, serta kredit konsumsi sebesar 5,75 persen.

Melihat perkembangan tersebut, BI optimis pertumbuhan kredit sepanjang 2026 akan berada dalam kisaran target 8-12 persen.

"Bank Indonesia memperkirakan pertumbuhan kredit di 2026 tetap terjaga pada kisaran 8-12 persen," pungkas Perry.rmol news logo article
Jadikan RMOL.ID sumber pilihan pencarian Google

FOLLOW US

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari RMOL.ID di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA