Gubernur BI Perry Warjiyo mengatakan, besarnya kredit yang belum tersalurkan itu perlu terus didorong untuk membiayai pertumbuhan ekonomi.
"Perlu terus didorong realisasinya untuk mendukung pembiayaan ekonomi," ujar Perry dalam konferensi pers virtual, Rabu 22 Juli 2026.
Di sisi lain, Perry menilai likuiditas perbankan masih memadai. Hal itu tercermin dari pertumbuhan Dana Pihak Ketiga (DPK) yang mencapai 10,21 persen secara tahunan hingga Juni 2026.
Sementara itu, penyaluran kredit perbankan pada Juni 2026 tumbuh sebesar 12,67 persen, naik dibandingkan Mei 2026 yang sebesar 11,51 persen.
Berdasarkan jenis penggunaannya, pertumbuhan kredit didorong oleh kredit investasi yang melonjak 24,9 persen, diikuti kredit modal kerja sebesar 8,94 persen, serta kredit konsumsi sebesar 5,75 persen.
Melihat perkembangan tersebut, BI optimis pertumbuhan kredit sepanjang 2026 akan berada dalam kisaran target 8-12 persen.
"Bank Indonesia memperkirakan pertumbuhan kredit di 2026 tetap terjaga pada kisaran 8-12 persen," pungkas Perry.
BERITA TERKAIT: