Sentimen negatif muncul setelah laporan keuangan Taiwan Semiconductor Manufacturing Company (TSMC) memicu kekhawatiran investor terhadap prospek sektor chip global, di tengah masih tingginya volatilitas saham-saham berbasis kecerdasan buatan (AI).
Pada awal perdagangan, indeks Nikkei 225 Jepang turun 0,6 persen, sementara Topix melemah 0,3 persen. Di Australia, indeks S&P/ASX 200 terkoreksi 0,2 persen. Sementara bursa Korea Selatan tidak beroperasi karena libur nasional.
Tekanan di pasar dipicu oleh anjloknya ETF VanEck Semiconductor (SMH) yang turun hampir 4 persen setelah saham TSMC merosot lebih dari 2 persen usai merilis laporan keuangan kuartal II. Meski laba bersih perusahaan meningkat dibandingkan periode yang sama tahun lalu, keputusan TSMC menaikkan proyeksi belanja modal (capital expenditure/capex) sepanjang tahun ini justru membuat investor lebih berhati-hati.
Pelemahan saham TSMC ikut menyeret saham-saham semikonduktor lainnya seperti Marvell Technology, STMicroelectronics, dan Micron. Akibatnya, ETF SMH telah merosot sekitar 6,9 persen sepanjang pekan ini dan berpotensi mencatat pelemahan mingguan ketiga dalam empat pekan terakhir.
BERITA TERKAIT: