Sentimen pasar memburuk menyusul rencana Presiden Amerika Serikat Donald Trump untuk mengenakan tarif bagi kapal yang melintasi Selat Hormuz serta memberlakukan kembali blokade terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran.
Di Jepang, indeks Nikkei 225 turun 1,17 persen, sedangkan indeks Topix melemah 0,51 persen. Di Korea Selatan, indeks Kospi merosot 2,01 persen, sementara indeks saham berkapitalisasi kecil Kosdaq turun 1,8 persen.
Sementara itu, indeks acuan Australia S&P/ASX 200 dibuka melemah 0,29 persen.
Tekanan di pasar terjadi karena investor khawatir kebijakan terbaru AS dapat memicu gangguan terhadap jalur perdagangan energi global. Selat Hormuz merupakan jalur pelayaran strategis yang dilalui sekitar seperlima pasokan minyak dunia, sehingga setiap eskalasi di kawasan tersebut berpotensi meningkatkan risiko terhadap ekonomi global.
Dalam unggahan di platform Truth Social, Trump menyatakan AS akan memberlakukan kembali blokade terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran yang berada di sekitar Selat Hormuz. Selain itu, ia juga mengusulkan penerapan biaya bagi kapal-kapal yang melintasi jalur laut tersebut.
Pernyataan itu muncul ketika konflik antara AS dan Iran kembali meningkat tajam. Kondisi tersebut mendorong investor mengurangi aset berisiko dan beralih ke instrumen yang dianggap lebih aman, sehingga menekan pergerakan bursa saham di kawasan Asia.
Jadikan RMOL.ID sumber pilihan pencarian Google
BERITA TERKAIT: