Dikutip dari CoinMarketCap, Senin, 3 Agustus 2026, salah satu penyebab utama penurunan ini adalah masih lemahnya minat investor institusi di Amerika Serikat (AS). Hal itu terlihat dari Coinbase Premium Index yang sudah berada di zona negatif selama 76 hari berturut-turut.
Selain itu, ETF Bitcoin spot di AS juga kembali mencatat arus keluar dana sebesar 265,37 juta Dolar AS pada 1 Agustus, yang menunjukkan sebagian investor masih memilih menarik dananya dari pasar.
Di sisi lain, aktivitas perdagangan di pasar derivatif meningkat tajam. Banyak pelaku pasar membuka posisi baru menggunakan leverage, sehingga pergerakan harga Bitcoin berpotensi menjadi lebih fluktuatif dalam jangka pendek.
Secara teknikal, Bitcoin masih bergerak dalam tren yang cenderung melemah. Pelaku pasar kini mencermati level 62.500 Dolar AS sebagai batas penting. Jika harga mampu bertahan di atas level tersebut, Bitcoin berpeluang naik kembali ke kisaran 64.100 Dolar AS. Namun, jika level itu ditembus, harga berisiko turun hingga sekitar 61.275 Dolar AS.
Investor juga akan menunggu perkembangan arus dana ETF Bitcoin spot saat pasar AS dibuka pada Senin, waktu setempat. Jika dana kembali mengalir masuk, sentimen pasar berpeluang membaik dan dapat membantu mengangkat harga Bitcoin.
BERITA TERKAIT: