Realisasi tersebut setara 46,87 persen dari total alokasi KUR BRI tahun ini yang mencapai Rp180 triliun.
Mayoritas penyaluran KUR tersebut mengalir ke sektor produktif dengan porsi mencapai 67,18 persen. Sementara sektor pertanian menjadi penerima pembiayaan terbesar dengan nilai Rp35,91 triliun.
Capaian tersebut semakin mengukuhkan posisi BRI sebagai penyalur KUR terbesar di Indonesia sekaligus mendukung program Asta Cita pemerintah dalam memperkuat sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Direktur Utama BRI Hery Gunardi menegaskan pihaknya tidak hanya mengedapankan pertumbuhan perseroan tetapi juga berupaya untuk terus memperkuat pembiayaan terhadap UMKM dalam negeri.
"Kami ingin memastikan pertumbuhan Perseroan tidak hanya tercermin pada kinerja keuangan, tetapi juga pada kontribusi nyata BRI dalam pemberdayaan UMKM, penguatan ekonomi kerakyatan, dan penciptaan dampak ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat," ujar Hery dalam keterangannya dikutip Selasa, 7 Juli 2026.
Melalui penyaluran KUR yang berfokus pada sektor produktif, BRI berharap akses pembiayaan bagi pelaku UMKM semakin luas sehingga mampu meningkatkan kapasitas usaha, menciptakan lapangan kerja, serta memperkuat pertumbuhan ekonomi nasional.
Jadikan RMOL.ID sumber pilihan pencarian Google
BERITA TERKAIT: