Indeks Kospi Korea Selatan naik 2 persen. Kenaikan tersebut terutama didorong oleh saham perusahaan semikonduktor besar, Samsung Electronics dan SK Hynix. Saham Samsung Electronics menguat sekitar 3 persen, sedangkan SK Hynix melonjak 5 persen.
Pergerakan positif saham-saham chip membantu mengangkat Kospi di tengah kondisi pasar Asia yang secara umum masih berhati-hati. Sebelumnya, saham Korea Selatan juga mendapat dukungan dari optimisme terhadap permintaan chip memori yang berkaitan dengan perkembangan teknologi kecerdasan buatan (AI).
Sebaliknya, indeks Nikkei 225 Jepang turun 0,9 persen pada awal perdagangan. Indeks Topix juga melemah 0,28 persen. Penurunan bursa Jepang terjadi ketika investor mencermati tekanan dari Wall Street serta meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah.
Sementara itu, indeks acuan Australia S&P/ASX 200 bergerak relatif datar pada pembukaan perdagangan.
Sentimen pasar Asia juga dipengaruhi perkembangan hubungan Amerika Serikat (AS) dan Iran. Berakhirnya gencatan senjata serta meningkatnya ketegangan antara kedua negara mendorong harga minyak naik dan membuat investor lebih waspada terhadap risiko gangguan pasokan energi. Harga minyak Brent bahkan sempat menembus 91 Dolar AS per barel pada perdagangan Asia.
Kondisi tersebut membuat pergerakan bursa Asia cenderung beragam. Investor kini tidak hanya mencermati kinerja perusahaan dan prospek sektor teknologi, tetapi juga perkembangan konflik AS-Iran yang berpotensi memengaruhi harga minyak, inflasi, dan kondisi ekonomi global.
BERITA TERKAIT: