Meski demikian, Dolar AS tetap mencatat penguatan sepanjang pekan dan berada di jalur kenaikan bulanan terbesar sejak Juli, setelah sempat menyentuh level tertinggi 13 bulan pada awal pekan.
Dolar awalnya membuka pekan dengan reli tiga hari berturut-turut, melanjutkan momentum hawkish dari pernyataan kebijakan The Fed di bawah Ketua baru, Kevin Warsh.
Indeks Dolar (DXY) turun 0,19 persen menjadi 101,32 namun tetap mempertahankan jalur kenaikan mingguan kedua berturut-turut. Sebaliknya, Euro menguat 0,18 persen ke posisi 1,1389 Dolar AS, dan Poundsterling naik tipis 0,09 persen menjadi 1,3203 Dolar AS meski mata uang Inggris tersebut tetap melemah secara mingguan untuk dua pekan beruntun.
Di pasar komoditas, harga minyak mentah AS merosot 3,6 persen ke 69,33 Dolar AS per barel dan Brent jatuh 4,34 persen ke 72,02 Dolar AS per barel.
Kedua tolok ukur minyak ini anjlok hampir 10 persen sepanjang pekan, seiring meningkatnya aktivitas kapal tanker yang meninggalkan Selat Hormuz.
Sementara itu, Dolar turun tipis 0,02 persen menjadi 161,74 terhadap Yen Jepang, mendekati level kritis 161,96 yang merupakan titik terlemah Yen sejak 1986.
Sepanjang pekan, Dolar masih menguat 0,29 persen terhadap mata uang Jepang tersebut. Yen sendiri mendapat sedikit dorongan dari kenaikan inflasi inti Tokyo pada bulan Juni.
Jadikan RMOL.ID sumber pilihan pencarian Google
BERITA TERKAIT: