Sentimen positif didukung oleh meredanya kekhawatiran inflasi setelah harga energi melemah di tengah optimisme atas kesepakatan damai sementara antara Amerika Serikat dan Iran.
Indeks STOXX Europe 600 naik 0,5 persen menjadi 639, sementara Euro STOXX 50 menguat 0,6 persen ke level rekor 6.297. Turunnya imbal hasil obligasi pemerintah Eropa turut memperkuat ekspektasi bahwa Bank Sentral Eropa (ECB) tidak perlu menaikkan suku bunga lagi tahun ini.
Sektor perbankan menjadi motor utama penguatan pasar seiring membaiknya prospek penyaluran kredit dan berkurangnya tekanan inflasi. Saham Santander, UniCredit, dan Deutsche Bank masing-masing naik sekitar 2,5 persen.
Di Jerman, indeks DAX 40 ditutup sedikit lebih tinggi di 24.932, mencatat kenaikan harian kelima beruntun, dengan Commerzbank dan Deutsche Bank memimpin penguatan.
Meski demikian, pergerakan bursa tidak sepenuhnya seragam. Indeks CAC 40 Prancis turun 0,2 persen ke 8.431 setelah investor melakukan aksi ambil untung pasca reli beberapa hari terakhir. Saham-saham barang mewah seperti LVMH dan Hermès menjadi penekan utama, sementara sektor keuangan masih mencatat kenaikan berkat penurunan imbal hasil obligasi.
Di Inggris, FTSE 100 bergerak tipis menguat setelah data menunjukkan inflasi Mei bertahan stabil, sehingga mengurangi spekulasi kenaikan suku bunga lebih lanjut oleh Bank of England. Saham perbankan dan kesehatan menopang indeks, sedangkan saham energi tertekan akibat melemahnya harga minyak.
Di tengah sentimen positif tersebut, investor juga mulai bersikap lebih hati-hati menjelang keputusan kebijakan moneter Federal Reserve. Meskipun bank sentral AS diperkirakan mempertahankan suku bunga, pasar menantikan petunjuk terbaru mengenai arah kebijakan ke depan.
Salah satu saham yang mencuri perhatian adalah BMW yang anjlok lebih dari 6 persen setelah produsen otomotif Jerman itu memangkas proyeksi kinerjanya. Perusahaan menyoroti melemahnya pasar Tiongkok serta dampak ketidakpastian geopolitik di Timur Tengah terhadap prospek bisnisnya.
BERITA TERKAIT: