Hingga pukul 12.49 WIB, saham FAST anjlok 14,00 persen atau turun 74 poin ke level Rp456 per saham.
Pada awal perdagangan, FAST dibuka di Rp474. Saham kemudian bergerak dalam rentang Rp452 hingga Rp496. Dengan demikian, posisi Rp456 berada hanya sedikit di atas level terendah perdagangan hari itu.
Pantauan RMOL berdasar data bursa, tekanan jual terhadap FAST tercermin dari aktivitas transaksinya.
Hingga pukul 12.49 WIB, sebanyak 895.044 saham FAST telah berpindah tangan dalam 12.534 kali transaksi dengan nilai perdagangan mencapai sekitar Rp41,9 miliar. Harga penawaran jual berada di Rp458, sementara harga penawaran beli di Rp456.
Pergerakan tersebut menjadikan FAST salah satu saham dengan penurunan terdalam pada perdagangan sesi I Bursa Efek Indonesia. Di tengah pelemahan saham, kinerja fundamental perseroan sebenarnya menunjukkan sejumlah perbaikan.
FAST merupakan emiten pengelola jaringan restoran cepat saji KFC dan Taco Bell di Indonesia. Pada kuartal I 2026, perseroan bahkan berhasil membalikkan kinerja dari rugi menjadi laba bersih sekitar Rp13,3 miliar. Pendapatan pada periode tersebut mencapai Rp1,42 triliun, tumbuh 18,59 persen secara tahunan.
Memasuki semester I 2026, pendapatan FAST kembali tumbuh menjadi sekitar Rp2,78 triliun, dibandingkan Rp2,40 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya. Namun, perseroan masih membukukan kerugian. Berdasarkan laporan keuangan semester I, rugi yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk tercatat Rp56,74 miliar, turun dibandingkan rugi Rp138,75 miliar pada semester I 2025.
BERITA TERKAIT: