Di sisi lain, sentimen pasar masih dibayangi ketidakpastian geopolitik di Timur Tengah serta kehati-hatian menjelang Forum Bank Sentral Eropa (ECB) di Sintra yang diperkirakan memberi petunjuk arah kebijakan suku bunga.
Indeks Euro STOXX 50 naik 0,2 persen ke level 6.234, sementara STOXX Europe 600 menguat tipis 0,1 persen ke 636.
Sektor teknologi menjadi penopang utama setelah saham-saham semikonduktor dan perusahaan yang memiliki eksposur terhadap kecerdasan buatan (AI) pulih dari aksi jual pada pekan lalu. Kenaikan ini mengikuti reli saham teknologi di Amerika Serikat setelah pelaku pasar kembali meningkatkan optimisme terhadap prospek AI.
Di sektor energi, kenaikan harga minyak akibat meningkatnya ketegangan AS-Iran turut mendorong saham-saham energi menguat.
Sebaliknya, saham perbankan bergerak melemah seiring kenaikan imbal hasil obligasi pemerintah di sejumlah negara Eropa. Investor juga memilih bersikap hati-hati menjelang Forum ECB yang diperkirakan akan memberikan sinyal mengenai prospek inflasi dan kemungkinan arah suku bunga ke depan.
Di pasar Inggris, indeks FTSE 100 bergerak mendatar. Tekanan datang dari saham-saham pertambangan akibat pelemahan harga logam, dengan sejumlah emiten tambang mencatat penurunan. Namun, kenaikan saham energi membantu membatasi pelemahan seiring menguatnya harga minyak.
Sementara itu, indeks FTSE MIB Italia turun 0,2 persen ke level 51.163. Pelemahan dipimpin saham konstruksi, otomotif, asuransi, dan sektor keuangan yang tertekan oleh pergerakan obligasi pemerintah. Meski demikian, saham perusahaan energi dan teknologi mampu mencatat kenaikan berkat penguatan harga minyak dan kembali pulihnya sentimen terhadap sektor AI.
Di Jerman, indeks DAX 40 juga turun 0,2 persen menjadi 24.626 setelah sempat bergerak volatil sepanjang sesi. Saham material bangunan dan otomotif menjadi pemberat utama, sementara saham sektor pertahanan menguat di tengah meningkatnya perhatian terhadap perkembangan konflik di Timur Tengah.
Indeks CAC 40 Prancis ikut melemah 0,2 persen ke level 8.367. Saham barang mewah dan sektor keuangan mengalami tekanan akibat meningkatnya aversi risiko, sedangkan saham industri mencatat penguatan dan menjadi penahan pelemahan indeks.
Secara keseluruhan, pelaku pasar masih mencermati perkembangan hubungan AS-Iran yang memengaruhi pergerakan harga energi, sekaligus menunggu pernyataan para pejabat bank sentral dalam Forum ECB yang dinilai berpotensi memberikan petunjuk baru mengenai prospek ekonomi dan arah kebijakan moneter kawasan Eropa.
Jadikan RMOL.ID sumber pilihan pencarian Google
BERITA TERKAIT: