Dikutip dari
CNBC International, indeks Dow Jones Industrial Average naik 182,60 poin atau 0,36 persen ke level 50.644,28. Level tersebut menjadi rekor penutupan tertinggi baru bagi indeks berisi 30 saham unggulan AS itu. Sementara itu, S&P 500 naik tipis 0,02 persen ke 7.520,36 dan Nasdaq Composite menguat 0,07 persen ke 26.674,73.
Sentimen positif datang setelah harga minyak mentah AS anjlok lebih dari 5 persen ke kisaran 88 Dolar AS per barel. Penurunan terjadi usai media pemerintah Iran melaporkan komitmen Teheran untuk memulihkan lalu lintas komersial di Selat Hormuz ke kondisi normal dalam waktu satu bulan. Meski demikian, Gedung Putih membantah laporan tersebut dan menyebutnya sebagai “kebohongan belaka”.
Di sektor teknologi, reli saham chip mulai kehilangan tenaga setelah melonjak tajam dalam beberapa hari terakhir. Saham Micron Technology yang sebelumnya meroket lebih dari 19 persen masih ditutup naik 3,6 persen, meski sempat melemah dari level tertinggi harian. Sementara itu, Qualcomm turun sekitar 6 persen dan Intel terkoreksi sekitar 1 persen.
Sebelumnya, saham Micron melonjak setelah UBS menyebut nilai saham perusahaan itu masih berpotensi naik lebih dari dua kali lipat berkat tingginya permintaan chip memori untuk kebutuhan kecerdasan buatan (AI). Investor saat ini memang terus memburu saham-saham semikonduktor yang terkait dengan booming AI global.
Namun, sejumlah analis mulai mengingatkan valuasi saham chip sudah terlalu mahal. Kepala Strategi Pasar Great Valley Advisor Group, Eric Parnell, mengatakan dampak AI memang sangat besar bagi industri teknologi, tetapi kenaikan harga saham semikonduktor dinilai sudah jauh melampaui nilai wajarnya.
“Ledakan saham chip saat ini bisa saja diikuti siklus penurunan seperti yang sering terjadi sebelumnya,” ujar Parnell.
Saham JPMorgan juga menjadi sorotan setelah turun sekitar 2 persen. Pelemahan terjadi usai CEO Jamie Dimon mengungkapkan bank terbesar AS itu berpotensi menggelontorkan dana hingga 20 miliar Dolar AS untuk akuisisi dalam beberapa tahun ke depan.
Di sisi lain, saham Apple kembali mencetak rekor tertinggi baru dan menguat untuk keenam kalinya dalam tujuh sesi perdagangan terakhir. Kapitalisasi pasar Apple kini mencapai sekitar 4,5 triliun Dolar AS, hanya berada di bawah Nvidia dan Alphabet.
Sektor keamanan siber justru mengalami tekanan besar. Saham Zscaler anjlok lebih dari 31 persen setelah perusahaan memberikan proyeksi pendapatan kuartalan yang mengecewakan. Pelemahan itu turut menyeret saham Palo Alto Networks dan CrowdStrike.
Sementara saham perusahaan berkapitalisasi kecil juga melanjutkan penguatan. Indeks Russell 2000 sempat menyentuh rekor tertinggi baru, didorong lonjakan saham Abercrombie & Fitch serta Dycom Industries setelah keduanya melaporkan kinerja yang lebih baik dari perkiraan pasar.
Meski Wall Street masih bergerak di area positif, sejumlah analis mulai memperingatkan potensi koreksi pasar pada musim panas tahun ini. Strategi Bank of America menyebut reli saham AS mulai kehilangan tenaga dan investor sebaiknya mulai bersikap lebih defensif menghadapi risiko penurunan pasar dalam beberapa bulan mendatang.
BERITA TERKAIT: