Sentimen pasar terdorong oleh optimisme terhadap peluang tercapainya kesepakatan antara Amerika Serikat dan Iran yang dinilai dapat memulihkan stabilitas pasokan energi global.
Indeks STOXX 50 zona Euro melonjak 2 persen ke level 6.139, sementara STOXX 600 pan-Eropa naik 1,1 persen menjadi 632.
Optimisme muncul setelah Presiden AS Donald Trump menyebut negosiasi dengan Iran berjalan positif, diperkuat pernyataan Menteri Luar Negeri Marco Rubio yang mengisyaratkan peluang tercapainya kesepakatan dalam waktu dekat.
Harapan meredanya ketegangan di Timur Tengah memicu penurunan harga minyak, sehingga meredakan kekhawatiran inflasi di kawasan Eropa. Kondisi ini ikut mendorong penguatan obligasi pemerintah dan menopang saham sektor perbankan serta industri yang sensitif terhadap biaya energi.
Di Jerman, indeks DAX 40 melesat hampir 2 persen ke level 25.394, tertinggi sejak Januari. Saham industri dan teknologi menjadi motor penggerak, dipimpin MTU Aero Engines yang naik 6 persen. Saham Daimler Truck naik 4,4 persen dan Infineon Technologies bertambah 3,7 persen.
Saham perbankan juga menguat, dengan Deutsche Bank dan Commerzbank masing-masing naik lebih dari 2 persen.
Penguatan juga terjadi di Prancis. Indeks CAC 40 naik 1,8 persen menjadi 8.258, level tertinggi dalam lebih dari dua pekan. Saham barang mewah menjadi penopang utama, termasuk Hermès, Kering, LVMH, dan L'Oréal yang mencatat kenaikan solid seiring membaiknya sentimen risiko pasar.
Sektor keuangan turut menguat, dipimpin Société Générale yang melonjak hampir 5 persen.
Indeks FTSE MIB Italia ditutup naik 1,4 persen ke rekor baru 50.220. Saham perbankan seperti UniCredit dan Intesa Sanpaolo memimpin penguatan, diikuti saham otomotif dan barang mewah seperti Ferrari dan Moncler.
Nexi bahkan melesat 6,5 persen setelah investor milik negara CDP Equity mengumumkan rencana peningkatan kepemilikan di perusahaan pembayaran digital tersebut.
Di tengah reli pasar, saham perusahaan energi justru tertekan akibat turunnya harga minyak mentah. TotalEnergies di Prancis dan Eni di Italia masing-masing ditutup melemah lebih dari 1 persen.
BERITA TERKAIT: