Berdasarkan keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia (BEI), emiten semen pelat merah ini membubarkan dan melikuidasi empat entitas yang berada di bawah paying anak usaha PT Solusi Bangun Indonesia Tbk (SBI) dan PT Semen Padang.
Langkah strategis ini merupakan bagian dari eksekusi program perampingan atau streamlining besar-besaran yang digagas oleh Badan Pengaturan Badan Usaha Milik Negara (BP BUMN).
Dalam skema terbarunya, pemerintah menargetkan pemangkasan jumlah anak usaha SIG secara drastis dari yang semula berjumlah 40 entitas menjadi hanya tinggal 12 entitas saja.
Proses likuidasi ini mulai dieksekusi pada kuartal II tahun 2026 dan menyasar entitas-entitas yang dinilai tumpang tindih.
Pembubaran pertama terjadi pada tanggal 19 Mei 2026 terhadap PT Aroma Cipta Anugrahtama (ACA), sebuah entitas cicit usaha di bawah PT Solusi Bangun Indonesia Tbk yang bergerak di bidang jasa konsultansi dan perdagangan, serta pernah mengelola izin usaha pertambangan (IUP) di Lhoknga, Aceh.
Pembubaran PT ACA ini diputuskan melalui Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang juga resmi menunjuk Fany Wulandari, Andika Lukmana, dan Sri Setio Inantoro sebagai tim likuidator untuk menyelesaikan seluruh proses hukum pembubaran perusahaan.
Keesokan harinya, 20 Mei 2026, SIG melanjutkan pembubaran tiga perusahaan lainnya, yaitu PT Ciptanugrah Indonesia yang bergerak di bidang perdagangan dan jasa, PT Aroma Sejahtera Indonesia yang bergerak di bidang jasa konsultansi, dan PT Energi Makmur Agung Sejahtera (EMAS), sebuah entitas cicit usaha yang bergerak di bidang perdagangan bahan bakar minyak (BBM) dan kendaraan.
PT Ciptanugrah Indonesia dan PT Aroma Sejahtera Indonesia berada di bawah naungan PT Solusi Bangun Indonesia Tbk, di mana SIG memegang kepemilikan saham sebesar 83,52 persen.
Sementara EMAS merupakan bagian dari PT Semen Padang, anak usaha yang sahamnya dimiliki oleh SIG sebesar 99,99 persen.
Akselerasi transformasi korporasi ini dibahas secara mendalam dalam pertemuan antara direksi SIG dengan Kepala BP BUMN sekaligus COO Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara), Dony Oskaria, serta Wakil Kepala BP BUMN, Aminuddin Ma'ruf.
Langkah konsolidasi besar-besaran ini diharapkan dapat memperkuat efisiensi bisnis, mempertajam fokus perseroan pada lini usaha strategis, serta meningkatkan daya saing industri semen nasional di tengah tantangan ekonomi global.
Pihak BP BUMN menegaskan bahwa transformasi melalui perampingan ini menjadi bagian krusial dalam membangun perusahaan negara yang jauh lebih sehat, lincah, dan kompetitif di tengah dinamika industri yang terus berkembang pesat.
BERITA TERKAIT: