Pergerakan Indeks Dolar AS (DXY) pada sesi penutupan Kamis 21 Mei 2026 waktu setempat, akhirnya harus puas mendarat di zona datar pada level 99,13, meskipun sebelumnya ada lonjakan tajam di awal sesi akibat rumor pelarangan ekspor uranium oleh Iran.
Penguatan Dolar mendadak layu setelah munculnya kabar angin mengenai kesepakatan draf akhir perdamaian antara Washington dan Teheran.
Meski isu geopolitik sempat mereda, posisi super-Dolar tetap kokoh sebagai aset aman (safe haven). Hal ini didorong oleh memburuknya data PMI di Eropa, Inggris, dan Jepang, serta bayang-bayang inflasi global yang memperkuat sinyal bahwa The Fed masih akan bersikap agresif terhadap suku bunga.
Hingga malam hari waktu New York, berikut adalah rincian waktu dan pergerakan kurs Dolar AS terhadap mata uang utama dunia dan Rupiah:
Pukul 14.59 ET atau 01.59 WIB, Nilai tukar Dolar AS terhadap Yuan China berada di level 6,8030, atau Dolar AS menguat tipis sebesar 0,05 perseb terhadap Yuan.
Pukul 15.59 ET atau 02.59 WIB, Rupiah mengalami pelemahan sebesar 0,07 persen terhadap Dolar AS. Dengan kata lain, nilai tukar Dolar AS Rupiah berada di level Rp17.667 per Dolar
Pukul 19.22 ET atau 06.22 WIB) Euro melemah tipis 0,02 persen ke posisi 1,1617. Sedangkan Yen Jepang bergerak flat di level 159,00, dan Poundsterling bertahan stagnan di level 1.3431.
BERITA TERKAIT: