Harga Minyak Dunia Turun ke Level 102 Dolar AS

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/reni-erina-1'>RENI ERINA</a>
LAPORAN: RENI ERINA
  • Jumat, 22 Mei 2026, 09:06 WIB
Harga Minyak Dunia Turun ke Level 102 Dolar AS
Ilustasi (RMOL via Gemini AI)
rmol news logo Harga minyak dunia kembali turun di tengah semakin besarnya harapan para investor bahwa Amerika Serikat (AS) dan Iran bisa mencapai kesepakatan yang mencegah kembali pecahnya perang di Timur Tengah.

Dikutip dari CNBC International, Jumat 22 Mei 2026, pada penutupan perdagangan Kamis, harga minyak mentah AS turun hampir 2 persen dan ditutup di level 96,35 Dolar AS per barel. Sementara minyak Brent, yang menjadi acuan internasional, melemah lebih dari 2 persen ke posisi 102,58 Dolar AS per barel.

Sebelumnya, harga minyak sempat melonjak lebih dari 3 persen setelah muncul laporan bahwa pemimpin tertinggi Iran Mojtaba Khamenei memerintahkan uranium hasil pengayaan tetap berada di dalam negeri. Sikap tersebut dinilai bisa mempersulit negosiasi dengan AS terkait program nuklir Iran.

Presiden AS Donald Trump mengatakan pemerintahnya masih memberi waktu untuk jalur diplomasi sebelum mengambil langkah militer terhadap Iran. Trump mengaku sempat membatalkan rencana serangan udara agar proses negosiasi bisa terus berjalan.

“Kami harus mendapatkan jawaban yang benar-benar memuaskan,” kata Trump kepada wartawan. Ia juga menegaskan siap kembali mengambil tindakan militer jika Iran tidak memberikan hasil negosiasi yang sesuai harapan AS.

Trump menambahkan bahwa menunda perang selama beberapa hari demi menyelamatkan nyawa manusia adalah keputusan yang tepat. Pernyataan itu membuat pasar melihat masih ada peluang tercapainya kesepakatan damai antara kedua negara.

Meski begitu, situasi di kawasan Timur Tengah masih memicu kekhawatiran pasar energi global. Jalur pelayaran Selat Hormuz, yang menjadi rute penting distribusi minyak dunia, masih terganggu akibat blokade dari Iran.

Badan Energi Internasional atau International Energy Agency (IEA) memperingatkan pasar minyak bisa memasuki “zona merah” pada musim panas jika Selat Hormuz tidak segera dibuka kembali.rmol news logo article
EDITOR: RENI ERINA

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA