Angka ini lebih rendah dari defisit Maret 2026 sebesar Rp240,1 triliun, atau setara 0,93 persen dari PDB.
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan, kinerja ini lebih baik dari bulan sebelumnya karena peningkatan pendapatan negara.
“Kemarin waktu di bulan Maret (defisit) 0,93 persen sekarang 0,64 persen. Keadaan membaik, keseimbangan primer mulai surplus dan akan terus membaik,” kata Purbaya dalam konferensi pers APBN KiTa di Kementerian Keuangan, Jakarta, Selasa, 19 Mei 2026.
Ia merinci belanja negara di bulan keempat tahun ini telah mencapai Rp1.082,8 triliun atau mencapai 34,3 persen dari yang ditargetkan sebesar Rp3.842,7 triliun.
Sementara pendapatan negara tercatat mencapai Rp918,4 triliun atau naik 13,3 persen dari tahun sebelumnya. Pendapatan tersebut ditopang pertumbuhan penerimaan pajak yang naik 16,1 persen mencapai Rp 646,3 triliun.
“Pendapatan negara itu tumbuhnya 13 persen, pajak (tumbuh) tinggi dan mungkin akan terus tumbuh lagi. Kita akan usahakan ke arah sana ini jelas lebih bagus dibanding tahun lalu,” tuturnya.
Sementara itu keseimbangan primer tercatat surplus mencapai Rp28 triliun.
BERITA TERKAIT: