Dikutip dari
Investing.com, Rabu 20 Mei 2026, pada penutupan perdagangan Selasa, indeks S&P 500 turun 0,6 persen dan ditutup di level 7.355,45. Sementara Nasdaq Composite yang didominasi saham teknologi melemah 0,8 persen ke posisi 25.870,71. Adapun Dow Jones Industrial Average turun 0,7 persen menjadi 49.364,31.
Saham-saham teknologi menjadi salah satu sektor yang paling tertekan pada perdagangan kali ini. Namun, beberapa saham semikonduktor sempat memangkas kerugian setelah sebelumnya mengalami tekanan cukup besar.
Kepala Strategi Pasar Jones Trading, Michael O’Rourke, mengatakan pasar saat ini sedang menghadapi aksi ambil untung di tengah meningkatnya kekhawatiran terhadap inflasi.
“Aksi ambil untung sedang berlangsung, karena kekhawatiran investor tentang inflasi terus meningkat. Aksi jual obligasi global juga terus menekan pasar saham,” ujar O’Rourke.
Ia juga menambahkan bahwa saham perusahaan cloud ikut tertekan setelah Google dan Blackstone mengumumkan kerja sama pembangunan pusat data berbasis Google TPU.
Di sisi lain, perhatian investor juga tertuju pada perkembangan hubungan AS dan Iran. Presiden Donald Trump mengatakan dirinya membatalkan rencana serangan terhadap Iran setelah mendapat permintaan dari tiga pemimpin negara Teluk.
Trump mengklaim negosiasi serius sedang berlangsung dan optimistis kesepakatan dapat tercapai. Menurutnya, kesepakatan tersebut akan memastikan Iran tidak memiliki senjata nuklir.
Meski begitu, Trump menegaskan militer AS tetap disiagakan untuk melancarkan serangan besar sewaktu-waktu jika perundingan gagal mencapai hasil.
BERITA TERKAIT: