Dikutip dari CNBC International, indeks Kospi sempat melonjak lebih dari 0,6 persen hingga menembus level psikologis 8.000 untuk pertama kalinya dalam sejarah.
Namun, penguatan tidak terjadi merata. Indeks Kosdaq yang berisi saham teknologi dan perusahaan berkapitalisasi kecil justru melemah sekitar 0,4 persen.
Di Jepang, pasar saham bergerak positif. Indeks Nikkei 225 naik 0,89 persen, sementara Topix menguat 1,18 persen.
Bursa Australia juga ditutup di zona hijau dengan indeks S&P/ASX 200 bertambah 0,42 persen.
Sementara itu, pergerakan pasar China dan Hong Kong cenderung terbatas. Kontrak berjangka indeks Hang Seng berada di level 26.341, sedikit di bawah posisi penutupan sebelumnya di 26.389. Adapun indeks Shanghai Composite bergerak nyaris datar.
Reli pasar Korea Selatan didorong optimisme investor terhadap prospek industri kecerdasan buatan (AI) dan semikonduktor.
Saham-saham teknologi utama seperti Samsung Electronics dan SK Hynix menjadi penggerak utama penguatan indeks Kospi.
Sebelumnya, Kospi juga sempat menembus level 7.000 pada awal Mei setelah kapitalisasi pasar Samsung Electronics melampaui 1 triliun dolar AS.
Namun, lonjakan besar saham teknologi juga memunculkan kekhawatiran terkait tingginya konsentrasi pasar pada sektor AI dan chip.
Menurut Manulife Investment Management, Samsung Electronics dan SK Hynix kini menyumbang lebih dari 42 persen bobot indeks Kospi.
Sentimen positif pasar Asia turut dipengaruhi harapan bahwa pertemuan Donald Trump dan Xi Jinping dapat membantu meredakan ketegangan perdagangan antara Amerika Serikat dan China.
Investor juga berharap kedua negara dapat melonggarkan pembatasan ekspor teknologi, khususnya pada sektor chip dan kecerdasan buatan.
Trump tiba di Beijing pada Rabu untuk menghadiri pertemuan tingkat tinggi dengan Xi Jinping.
Dalam kunjungan tersebut, Trump turut didampingi sejumlah petinggi perusahaan besar Amerika Serikat, termasuk Elon Musk dan Jensen Huang.
BERITA TERKAIT: