Keputusan strategis ini disahkan melalui Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang berlangsung baru-baru ini.
Dalam pertemuan tersebut, jajaran Direksi dengan restu Dewan Komisaris menyepakati total dividen sebesar Rp800 miliar. Nilai ini setara dengan Rp83,99 per saham, yang mencakup 68,92 persen dari total laba bersih perusahaan.
Adapun sisa laba senilai Rp360,7 miliar akan dialokasikan sebagai cadangan lainnya guna memperkuat struktur saldo laba ditahan.
Direktur Utama SSMS, Jap Hartono, menjelaskan bahwa perusahaan terus berkomitmen pada tata kelola hijau. Hal ini dibuktikan dengan pengetatan sistem ketertelusuran rantai pasok dan pemenuhan sertifikasi standar nasional maupun internasional seperti ISPO dan RSPO.
"Melalui pengelolaan operasional yang disiplin serta penguatan tata kelola keberlanjutan, Perseroan mampu menjaga stabilitas kinerja di tengah dinamika industri yang terus berkembang," tegas Jap Hartono dalam keterangannya dikutip Sabtu 2 Mei 2026.
Dalam keterbukaan informasi disebutkan, sepanjang 2025, SSMS mencatatkan rapor keuangan yang impresif dengan pendapatan mencapai Rp14,81 triliun, naik 42,91 persen secara tahunan. Sektor minyak dan lemak nabati tetap menjadi mesin pertumbuhan utama.
Pertumbuhan ini berdampak langsung pada profitabilitas, di mana laba tahun berjalan melonjak 67,43 persen menjadi Rp1,39 triliun.
BERITA TERKAIT: