Sempat berupaya melawan, sang indeks akhirnya melorot 38 poin atau melemah 0,60% ke level 6.332.
Aktivitas perdagangan siang ini terbilang sangat ramai. Sebanyak 275,5 juta lot saham berpindah tangan dengan nilai transaksi yang cukup jumbo, menembus Rp13,67 triliun. Sayangnya, derasnya transaksi belum mampu menyelamatkan IHSG dari tekanan jual.
Biang kerok rontoknya IHSG siang ini berasal dari sektor barang baku (basic industry) yang hancur lebur hingga 4,14 persen. Saham-saham berkapitalisasi besar di sektor ini, seperti TPIA, BRPT, TKIM, INKP, SMGR, dan INTP, menjadi penekan utama yang menyeret indeks ke bawah.
Sentimen negatif sektor komoditas dan industri dasar makin terasa dengan deretan saham top losers di indeks elite LQ45.
Saham-saham berbasis pertambangan dan energi seperti AMMN, BRPT, CUAN, ADMR, ADRO, serta BUMI kompak terpuruk di zona merah siang ini.
Beruntung, IHSG tidak merosot lebih dalam berkat aksi dari sektor keuangan. Sektor ini melaju sendirian sebagai yang terkuat dengan kenaikan 0,35 persen, ditopang oleh performa solid saham-saham perbankan big caps dan syariah seperti BMRI, BRIS, BBRI, BBNI, BBTN, serta BBCA.
Selain perbankan, beberapa saham di barisan top gainers LQ45 juga mencoba memberikan perlawanan, antara lain PTBA, JPFA, TLKM, UNVR, ESSA, dan MEDC. Investor kini menanti apakah sektor keuangan mampu membalikkan arah IHSG pada perdagangan sesi II sore nanti.
BERITA TERKAIT: