IMA Ingatkan Pemerintah Jaga Napas Bisnis Tambang

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/reni-erina-1'>RENI ERINA</a>
LAPORAN: RENI ERINA
  • Rabu, 20 Mei 2026, 12:41 WIB
IMA Ingatkan Pemerintah Jaga Napas Bisnis Tambang
Ilustrasi (Artificial Intelligence)
rmol news logo Wacana pemerintah membentuk badan khusus untuk memperketat kendali ekspor komoditas tambang memicu perhatian serius dari pelaku industri. 

Indonesian Mining Association (IMA) mengingatkan agar kebijakan baru ini tidak melindas kepastian hukum dan hitung-hitungan ekonomi yang sudah dirancang jangka panjang oleh para investor.

IMA menegaskan dukungannya terhadap upaya negara mengoptimalkan penerimaan dari sektor sumber daya alam. 

Namun, asosiasi menggarisbawahi bahwa tata kelola yang ketat harus tetap ramah terhadap keberlanjutan bisnis. Banyak raksasa tambang beroperasi berbasis kontrak jangka panjang yang keekonomiannya sudah dikunci untuk puluhan tahun ke depan.

Direktur Eksekutif IMA, Sari Esayanti, menyatakan bahwa pelaku industri pada prinsipnya siap satu perahu dengan pemerintah untuk memperkuat tata kelola sektor minerba. 

Hanya saja, regulasi baru nanti wajib menghormati long-term sales agreement (kontrak penjualan jangka panjang) yang sudah berjalan. Stabilitas kebijakan adalah kunci agar Indonesia tidak kehilangan daya saing di panggung global.

“IMA mendukung upaya pemerintah meningkatkan penerimaan negara. Namun, implementasinya harus tetap menjaga kepastian usaha, keberlangsungan kontrak jangka panjang, serta iklim investasi yang kompetitif agar industri pertambangan Indonesia tetap dipercaya dan tumbuh berkelanjutan,” tegas Sari, dalam keterangan yang diterima redaksi, Rabu 20 Mei 2026. rmol news logo article
EDITOR: RENI ERINA

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA