Dikutip dari Reuters, Jumat 1 Mei 2026, laba operasional (EBIT) Puma naik 19,6 persen menjadi 51,9 juta Euro, jauh di atas perkiraan analis sekitar 43 juta Euro. Kenaikan ini ditopang oleh margin laba yang lebih tinggi serta penurunan biaya pengiriman.
Pendapatan perusahaan tercatat sebesar 1,86 miliar Euro, turun tipis 1 persen dibandingkan tahun sebelumnya, namun tetap melampaui proyeksi analis sebesar 1,82 miliar Euro. Di sisi lain, nilai persediaan berhasil ditekan menjadi 1,9 miliar Euro, mencerminkan efektivitas strategi pengelolaan stok.
Untuk mempercepat perputaran barang, Puma menarik produk yang kurang diminati dan memberikan diskon. Perusahaan juga mulai mengembalikan stok ke pasar secara bertahap melalui mitra grosir tertentu, sekaligus memperkuat penjualan langsung ke konsumen sebagai bagian dari strategi jangka panjang.
CEO Puma, Arthur Hoeld, menyatakan bahwa penurunan stok di sejumlah mitra grosir, khususnya di Amerika Serikat, telah mencapai dua digit.
"Kami telah mencapai kemajuan signifikan tahun ini dalam model operasional kami, yang diperlukan untuk membangun fondasi bagi pertumbuhan masa depan kami di Puma," ujar Hoeld.
Ia menambahkan, meski dihadapkan pada ketidakpastian makroekonomi dan geopolitik, perusahaan tetap optimistis terhadap keberhasilan rencana bisnis ke depan. Puma juga menargetkan normalisasi level stok dapat tercapai pada akhir 2026, seiring upaya menjaga keseimbangan antara pasokan dan permintaan.
Kinerja perusahaan turut didorong oleh kategori sepak bola, terutama produk terkait Piala Dunia yang mencatat permintaan cukup kuat, meskipun tidak dirinci angkanya.
Di pasar saham, laporan ini disambut positif. Saham Puma naik sekitar 3,7 persen setelah pengumuman, meski dalam dua tahun terakhir masih melemah sekitar 40 persen.
Dalam upaya memperkuat kinerja bisnis, Puma juga melakukan perubahan di jajaran manajemen. Perusahaan menunjuk Mark Langer sebagai Chief Financial Officer (CFO) baru, menggantikan Markus Neubrand.
Langer, yang sebelumnya menjabat sebagai CEO Hugo Boss, dinilai memiliki pengalaman kuat di pasar modal. Analis melihat langkah ini sebagai sinyal positif yang berpotensi meningkatkan kepercayaan investor terhadap arah strategi perusahaan.
BERITA TERKAIT: