Dikutip dalam keterbukaan informasi per 1 April 2026, manajemen menjelaskan bahwa penggunaan dana internal ini hanya akan mengoreksi pendapatan bunga sebesar Rp5,9 miliar, sebuah angka yang dinilai tidak akan mengganggu fundamental perusahaan secara keseluruhan.
Menariknya, langkah ini justru mempercantik angka proforma laba per saham perusahaan.
Dengan berkurangnya jumlah saham beredar, laba per saham (EPS) KLBF diproyeksikan tumbuh dari Rp80,51 menjadi Rp81,19.
Langkah ini menunjukkan konsistensi KLBF setelah sebelumnya sukses menggelar aksi serupa senilai Rp250 miliar pada periode Desember 2025 hingga Maret 2026.
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.
BERITA TERKAIT: