Dikutip dari CNBC International, indeks saham Korea Selatan memimpin reli di kawasan, dengan indeks Kospi melonjak 3,5 persen, sementara indeks Kosdaq yang berfokus pada saham berkapitalisasi kecil naik 3,29 persen.
Sementara itu, pasar saham Jepang juga mengalami kenaikan signifikan, dengan indeks Nikkei 225 naik 2,2 persen dan Topix bertambah 2,47 persen. Kenaikan ini dipicu oleh penurunan inflasi Jepang, yang tercatat pada 1,3 persen pada Februari, menandakan adanya stabilisasi harga pangan dan subsidi bahan bakar.
Di pasar Australia, indeks S&P/ASX 200 naik lebih dari 0,74 persen, sementara indeks Hang Seng di Hong Kong menunjukkan kenaikan yang signifikan, dengan harga berjangka berada di 25.020.
Kenaikan tajam harga saham ini juga dipicu oleh pernyataan Presiden AS Donald Trump yang mengumumkan penundaan serangan militer terhadap Iran, yang semula direncanakan untuk menghancurkan fasilitas energi Iran. Meski demikian, pejabat Iran membantah klaim tersebut dan menegaskan tidak ada pembicaraan yang terjadi antara Washington dan Teheran.
Akibatnya, harga minyak mentah jatuh pada hari Senin, meski kemudian sedikit stabil pada perdagangan Selasa pagi, dengan harga minyak West Texas Intermediate (WTI) AS naik sekitar 1,5 persen menjadi 89,5 Dolar AS per barel.
BERITA TERKAIT: