Meskipun suku bunga tinggi biasanya menekan emas, statusnya sebagai aset lindung nilai kini diperkuat oleh lonjakan inflasi akibat harga minyak yang bertahan di atas 100 Dolar AS per barel.
Ketegangan geopolitik menjadi faktor utama seiring masuknya pekan ketiga perang antara Amerika-Israel melawan Iran. Konflik ini mengancam infrastruktur minyak di Timur Tengah dan menutup Selat Hormuz, yang mendorong Presiden Donald Trump untuk merencanakan pembentukan koalisi internasional guna mengawal kapal tanker.
Di tengah ketidakpastian ini, pasar logam mulia lainnya seperti perak, platinum, dan paladium justru bergerak positif. Sementara itu, fokus investor kini tertuju pada pertemuan Federal Reserve hari Rabu, di mana suku bunga diperkirakan tetap bertahan meski tekanan inflasi energi terus membayangi ekonomi global.
Pasar logam mulia lainnya bergerak positif. Perak spot naik 0,4 persen menjadi 80,88 Dolar AS per ons. Platinum menguat 0,9 persen menjadi 2,049,50 Dolar AS per ons. Paladium meningkat 0,3 persen ke posisi 1,556,50 Dolar AS per ons.
BERITA TERKAIT: