Penurunan ini dipicu oleh rilis kinerja emiten raksasa yang tidak seragam.
Indeks pan-Eropa STOXX 600 melemah 0,53 persen ke posisi 625,33, diikuti oleh koreksi pada bursa-bursa utama seperti DAX Jerman, FTSE 100 Inggris, dan CAC Prancis.
Indeks DAX Jerman menyusut 0,93 persen atau 234,64 poin menjadi 25.043,57. FTSE 100 Inggris berkurang 0,55 persen atau 59,14 poin ke posisi 10.627,04.
CAC Prancis melemah 0,36 persen atau 30,25 poin menjadi 8.398,78.
Sektor manufaktur dan pertambangan menjadi beban utama pasar; saham Airbus anjlok 6,8 persen akibat pemangkasan target produksi jet, sementara saham Rio Tinto merosot 3,7 persen menyusul laporan laba tahunan yang mengecewakan akibat rendahnya harga bijih besi.
Di saat yang sama, sektor utilitas juga tertekan hebat setelah kebijakan pajak baru di Italia dan peringatan penurunan laba dari pemilik British Gas, Centrica.
Meski mayoritas sektor memerah, saham energi justru mampu menguat 0,9 persen berkat kenaikan harga minyak di tengah ketegangan geopolitik Timur Tengah.
Kejutan positif juga datang dari Nestle yang sahamnya melonjak 3,9 persen setelah pertumbuhan penjualannya melampaui ekspektasi pasar, serta Orange yang melesat ke level tertinggi dalam 16 tahun.
Secara keseluruhan, meski pasar terkoreksi, proyeksi laba kuartalan emiten Eropa menunjukkan sinyal perbaikan yang lebih baik dibandingkan estimasi awal bulan ini.
BERITA TERKAIT: