Ketegangan yang menyeret negara-negara Teluk memicu kekhawatiran lonjakan harga energi dan gangguan jalur pelayaran global.
STOXX 600 melorot 1,29 persen ke level 604,83, menjadi penurunan harian tertajam dalam tiga bulan.
DAX Jerman anjlok 1,61 persen ke 23.815,75. FTSE 100 Inggris menyusut 1,45 persen ke 10.413,94. Sedangkan CAC 40 Prancis turun 1,49 persen ke 8.045,80.
Sektor industrimenjadi beban terberat dengan pelemahan sekitar 2,4 persen. Sementara sektor kedirgantaraan dan Pertahanan merosot 4,2 persen, mencatat koreksi harian terdalam sejak April.
Saham Rolls-Royce dan Rheinmetall masing-masing anjlok lebih dari 5 persen.
Sektor energi dan logistik 6 persen. Saham DHL Group merosot 4,6 persen akibat penurunan laba operasional.
Saham sector tambang jatuh 3,8 persen menyusul penurunan harga logam, disusul sektor perbankan yang melemah 1,7 pesen.
Konflik yang berkepanjangan memicu spekulasi bahwa Bank Sentral Eropa (ECB) akan mempertahankan suku bunga tinggi hingga 2026 untuk meredam risiko inflasi dari biaya energi.
Analis memperingatkan bahwa volatilitas pasar akan tetap tinggi selama belum ada kepastian penyelesaian konflik di Timur Tengah.
BERITA TERKAIT: