Distribusi ekstra ini difokuskan untuk mengantisipasi lonjakan konsumsi rumah tangga selama Ramadan. Dari jumlah tersebut, sekitar 144 ribu tabung dialokasikan ke DIY, sementara lebih dari 1 juta tabung lainnya didistribusikan ke wilayah Jawa Tengah. Volume itu disebut lebih dari 75 persen di atas penyaluran normal harian.
Langkah ini dilakukan melalui Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Tengah sebagai bagian dari strategi menjaga stabilitas energi sekaligus menahan tekanan inflasi musiman yang kerap terjadi saat permintaan bahan bakar rumah tangga meningkat.
Area Manager Communication, Relations, & CSR Regional Jawa Bagian Tengah, Taufiq Kurniawan menegaskan kesiapan distribusi hingga tingkat pangkalan.
“Kami memastikan tambahan fakultatif ini dapat menjaga kehandalan stok di lapangan, terutama di tingkat pangkalan, sehingga masyarakat tidak perlu khawatir terhadap ketersediaan LPG 3 kg selama Ramadan,” ujar Taufiq dikutip
Kantor Berita RMOLJateng, Kamis malam, 19 Februari 2026.
Ia juga menekankan pentingnya masyarakat membeli LPG subsidi di pangkalan resmi.
“Kami imbau kepada masyarakat sebaiknya dapat melakukan pembelian produk LPG 3 kg di pangkalan resmi Pertamina. Selain stoknya terjamin, harganya juga dipastikan sesuai dengan ketentuan yang telah ditetapkan oleh pemerintah, yakni paling murah di Harga Eceran Tertinggi (HET) Rp18 ribu. Apalagi sekarang lokasi pangkalan terdekat dengan tempat tinggal dapat diakses dengan mudah melalui
subsiditepatlpg.mypertamina.id,” tuturnya.
Pertamina menyatakan komitmennya menjaga distribusi energi tetap lancar dan tepat sasaran selama periode Ramadan agar aktivitas masyarakat di Jateng dan DIY berjalan tanpa hambatan.
Selain memastikan ketersediaan, Pertamina juga mengingatkan masyarakat mampu untuk beralih ke LPG nonsubsidi agar program subsidi pemerintah tetap tepat sasaran. Perusahaan menyediakan varian Bright Gas ukuran 5,5 kg dan 12 kg sebagai alternatif.
BERITA TERKAIT: