Manajemen menyebut tekanan tarif membuat para peritel besar memangkas belanja iklan, sehingga memukul pendapatan perusahaan.
Dikutip dari CNBC Internasional, Sabtu 14 Februari 2026, pendapatan kuartal IV tercatat sebesar 1,32 miliar Dolar AS, sedikit di bawah perkiraan analis 1,33 miliar Dolar AS. Laba bersih juga merosot tajam 85 persen menjadi 277 juta Dolar AS, dari 1,85 miliar Dolar AS pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Sementara EBITDA (indikator keuangan yang mengukur laba operasional perusahaan sebelum dikurangi bunga, pajak, depresiasi, dan amortisasi) hanya mencapai 541,5 juta Dolar AS, lebih rendah dari proyeksi 550 juta Dolar AS.
Untuk kuartal pertama 2026, Pinterest memproyeksikan penjualan di kisaran 951-971 juta Dolar AS, juga di bawah estimasi analis sekitar 980 juta Dolar AS.
CEO Pinterest, Bill Ready, mengatakan perusahaan sedang menyerap guncangan eksternal terkait tarif dan mengakui bisnisnya lebih rentan karena basis pengiklan yang didominasi peritel besar.
“Proporsi peritel besar kami yang tinggi dibandingkan beberapa pesaing telah menghasilkan dampak yang lebih besar bagi kami,” ujar Ready.
Selain tekanan pendapatan, Pinterest sebelumnya juga mengumumkan rencana pemangkasan kurang dari 15 persen karyawan serta pengurangan ruang kantor. Langkah ini dilakukan untuk mengalihkan sumber daya ke pengembangan kecerdasan buatan (AI), dengan fokus pada produk dan kapabilitas berbasis AI.
BERITA TERKAIT: