Menurut Kepala BPS DKI Jakarta Kadarmanto, pertumbuhan ekonomi Jakarta pada 2025 tercermin dari nominal produk domestik regional bruto (PDRB) atas dasar harga berlaku (ADHB) sebesar Rp3,9 triliun, serta atas dasar harga konstan (ADKH) sebesar Rp2,26 triliun.
Sementara, PDRB atas dasar harga berlaku pada 2024 tercatat sebesar Rp3,6 triliun, sedangkan atas dasar harga konstan sebesar Rp2,1 triliun.
"Jika dibandingkan triwulan IV 2024, ekonomi Jakarta triwulan IV 2025 tumbuh sekitar 5,71 persen (y to y)," ungkap Kadarmanto, Kamis, 5 Februari 2026.
Kontribusi lainnya dari industri pengelolaan dengan pangsa (share) sebesar 11,13 persen, diikuti jasa keuangan dan asuransi yang memberikan kontribusi sebesar 10,96 persen.
Dari sisi produksi, pertumbuhan tertinggi yaitu penyediaan akomodasi dan makan minum yang mencatat pertumbuhan sebesar 9,33 persen, transportasi dan pergudangan 8,69 persen, serta dari sektor jasa lainnya sekitar 8,46 persen.
Sedangkan dari sisi pengeluaran tertinggi pada komponen ekspor sebesar 12,50 persen.
Adapun struktur ekonomi Jakarta pada 2025 didominasi perdagangan besar dan eceran serta reparasi mobil dan sepeda motor yang berkontribusi sekitar 18,12 persen.
Dari sisi pengeluaran, didominasi konsumsi rumah tangga sebesar 62,80 persen.
Dengan capaian tersebut, pemerintah diharapkan terus menjaga momentum pertumbuhan ekonomi agar tetap berkelanjutan, sekaligus memastikan manfaatnya dirasakan merata oleh seluruh lapisan masyarakat.
Capaian pertumbuhan ekonomi nasional dan DKI Jakarta tersebut menjadi sinyal positif bagi pemulihan dan penguatan ekonomi ke depan, di tengah tantangan global yang masih dinamis.
BERITA TERKAIT: