Tingginya permintaan tercermin dari data BI yang mencatat jumlah penukar mencapai 1.076.282 orang hingga 13 Maret 2026 atau naik 85,4 persen dibandingkan tahun lalu.
Bank Indonesia menambah 55 layanan penukaran di titik arus mudik pada 16-17 Maret 2026, termasuk di stasiun, bandara, dan terminal, dengan total kuota sekitar 11.900 paket.
Kepala Departemen Pengelolaan Uang BI, Muhammad Anwar Bashori, menyebut tingginya animo masyarakat menunjukkan kebutuhan uang pecahan kecil masih besar untuk tradisi berbagi dan aktivitas ekonomi selama Ramadan dan Idul Fitri.
“Total kuota layanan tambahan tersebut mencapai sekitar 11.900 paket penukaran,” kata Anwar dalam keterangan tertulis pada Senin, 16 Maret 2026.
Salah satu warga, Rahma (30), mengaku rela mengantre hingga dua jam demi menukar uang pecahan kecil. Ia datang khusus ke lokasi untuk memastikan uang yang diterima asli dan tanpa biaya tambahan.
“Antre sekitar 2 jam. Tadinya antrean penuh, panjang. Tapi akhirnya ditertibkan, sekarang udah plong, udah lega," tuturnya kepada RMOL di Stasiun Senen, Selasa, 17 Maret 2026.
Rahma menukar uang pecahan Rp5 ribu dan Rp10 ribu sesuai paket layanan resmi BI. Ia memilih kas keliling karena dinilai lebih aman dan terjamin keasliannya.
“Nominal 5 ribu dan 10 ribu. Nuker disini karena jelas, gak ada biaya. Yakin aja gitu kalo asli disini. Duitnya pas 100 lembar, 50, gitu.” lanjutnya.
Ia juga menegaskan kedatangannya bukan untuk mudik, melainkan khusus menukar uang jelang Lebaran.
Antrean panjang ini memperlihatkan tingginya kebutuhan masyarakat terhadap uang baru setiap tahun.
“Nggak (mudik) sih, sengaja datang untuk tukar uang.” pungkasRahma.
BERITA TERKAIT: