Mulai 9 Januari 2026, tahap rekonstruksi dan pemulihan ekonomi bagi lebih dari 2 juta pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) resmi digulirkan.
Fokus utama di hari pertama adalah memastikan infrastruktur perdagangan dasar kembali berfungsi. Menteri UMKM Maman Abdurrahman menegaskan bahwa pembersihan toko, warung, serta aktivasi pasar rakyat menjadi prioritas.
“Tujuannya agar perekonomian masyarakat kembali bergerak,” ujarnya saat rapat koordinasi tingkat menteri bersama Menko Bidang Pemberdayaan Masyarakat Muhaimin Iskandar di Jakarta, dikutip Kamis 8 Januari 2026.
Data terbaru menunjukkan skala dampak yang cukup masif, yakni mencapai 2.304.297 UMKM. Untuk menangani hal ini secara spesifik, pemerintah menyiapkan delapan Klinik UMKM Bangkit yang tersebar di titik strategis, yaitu di Banda Aceh, Pidie, Pidie Jaya, Aceh Utara, dan Aceh Tamiang, kemudian Tapanuli Tengah dan Medan, serta Padang.
Kabar baiknya, lebih dari 200.000 debitur Kredit Usaha Rakyat (KUR) akan mendapatkan relaksasi kredit. Kebijakan ini diambil setelah melalui pemetaan intensif bersama bank penyalur dan lembaga penjamin.
Tak hanya bantuan finansial, mobilisasi massa juga dilakukan. Sebanyak 1.132 personel yang terdiri dari praja IPDN dan Aparatur Sipil Negara (ASN) dikerahkan khusus untuk membantu reaktivasi pasar rakyat di lapangan.
Pemulihan ini bukan kerja satu pihak. Menko Bidang Pemberdayaan Masyarakat, Muhaimin Iskandar, menjelaskan bahwa pemberdayaan dilakukan melalui kelompok kerja (Pokja) lintas kementerian yang melibatkan Kemensos, Kemen UMKM, Badan Ekonomi Kreatif, hingga Kemendes.
Seluruh langkah ini akan bersinergi dengan Satgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi di bawah komando Mendagri Tito Karnavian. Salah satu strategi unggulannya adalah melibatkan warga lokal melalui skema padat karya.
“Keterlibatan masyarakat diharapkan memberikan manfaat berupa cash for work sehingga mereka tidak hanya terlibat dalam proses pemulihan, tetapi juga mendapatkan penghasilan,” pungkas Muhaimin.
BERITA TERKAIT: