Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat Abdul Muhaimin Iskandar atau Cak Imin mengungkapkan, ekosistem ini dirancang untuk menyatukan pelaku usaha, pemilik modal, dan sektor industri besar dalam satu sinergi demi memperkokoh ekonomi nasional.
Ia juga menekankan pentingnya kemandirian ekonomi.
"Ini semua dibutuhkan apalagi di tengah ekonomi global yang tidak menentu, kita harus berdiri di atas kaki sendiri," tegas Cak Imin dalam penutupan 'Festival Jejak Jajanan Nusantara" (JJN) di Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta, Minggu 8 Maret 2026.
Menurut Cak Imin, gelaran JJN merupakan bagian dari pilot project untuk memperkuat sistem pemberdayaan ekonomi rakyat. Guna mendukung hal tersebut, ia mendesak pemerintah pusat maupun daerah agar menyediakan fasilitas pendukung yang layak bagi para pelaku usaha kecil.
Salah satu langkah konkret yang didorong adalah pemanfaatan ruang publik di lokasi strategis sebagai sarana bagi UMKM untuk naik kelas dan memperluas pangsa pasar mereka.
Cak Imin memberikan apresiasi tinggi kepada pengelola kawasan GBK dan pemerintah daerah yang telah memfasilitasi festival ini. Secara khusus, ia memuji 64 pelaku usaha yang berpartisipasi, terutama kaum perempuan yang menjadi tulang punggung ekonomi keluarga melalui UMKM.
Keberhasilan festival ini terlihat nyata dari sisi finansial. Total transaksi mencapai sekitar Rp300 juta, melonjak sepuluh kali lipat dibandingkan perhelatan serupa tahun lalu.
Dengan mengadopsi model Pasar 1.001 Malam, diharapkan kolaborasi antara pemerintah, pengusaha, dan pemangku kepentingan lainnya semakin solid, sehingga UMKM mampu menjadi mesin utama penggerak ekonomi Indonesia.
BERITA TERKAIT: