Investor nampaknya masih mencermati sentimen global, terutama pelemahan Wall Street pada penutupan perdagangan Malam Tahun Baru, meskipun pasar saham Amerika Serikat (AD) tetap mencatat kinerja positif sepanjang 2025.
Di Asia, sejumlah bursa masih libur dalam rangka perayaan Tahun Baru. Bursa Korea Selatan dijadwalkan baru mulai beroperasi pukul 10.00 waktu setempat.
Dikutip dari CNBC, indeks ASX 200 Australia dibuka nyaris stagnan di level 8.716 atau naik tipis 0,02 persen.
Indeks Kospi, Korea Selatan dibuka lebih lambat dengan mencetak rekor baru. Kospi naik 0,21 persen setelah menyentuh rekor tertinggi di level 4.239,88, dan Kosdaq melonjak 1,32 persen.
Indeks Hang Seng Hong Kong berada di posisi 25.630,54 atau tidak berubah, sementara Nikkei 225 Jepang tercatat melemah 0,37 persen.
Di sisi lain, Shanghai Composite di China menguat tipis 0,09 persen, semetara kontrak berjangka Hang Seng berada di level 25.648, sedikit di atas penutupan sebelumnya.
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan akan membuka hari pertama perdagangan tahun 2026 dengan menguat, setelah mengakhiri sesi perdagangan tahun lalu dengan menguat tipis 0,03 persen ke level 8.646. Harga ETF saham Indonesia, iShares MSCI Indonesia ETF (EIDO), di New York Stocks Exchange menguat 0,16 persen menjadi 18,70 Dolar AS.
BERITA TERKAIT: