Vice President Corporate Communication PT Pertamina (Persero), Muhammad Baron mengatakan Pertamina telah melakukan berbagai langkah untuk meningkatkan layanan dan pasokan energi.
"Pertamina telah meningkatkan pasokan stok energi (build-up stock) untuk mengantisipasi peningkatan konsumsi pada periode Ramadan dan Idulfitri, terutama arus pulang dan arus balik," ujar Muhammad Baron dalam keterangan tertulis, Rabu 4 Maret 2026.
Pertamina memprediksi puncak arus pergi terjadi dalam dua gelombang, yakni gelombang pertama pada 14-15 Maret 2026 dan gelombang kedua pada 18-19 Maret 2026. Begitu juga dengan arus balik yang diperkirakan terjadi dalam dua tahap, yaitu 24-25 Maret 2026 dan 28-29 Maret 2026.
"Pasokan BBM, LPG dan Avtur Pertamina saat ini berada dalam kondisi aman dan Pertamina terus berupaya memenuhi kebutuhan masyarakat Indonesia pada masa Satgas Ramadan dan Idulfitri 2026," ujarnya.
Baron memproyeksikan permintaan BBM jenis Gasoline akan meningkat karena sebagian besar masyarakat melakukan perjalanan seperti mudik atau wisata. Sedangkan, konsumsi BBM Jenis Gasoil sejalan pembatasan operasional kendaraan industri dan niaga.
Bahan bakar lainnya seperti LPG , Avtur maupun Minyak Tanah (Kerosene) juga diperkirakan naik.
"Dengan adanya proyeksi tersebut, Pertamina telah menyiagakan seluruh infrastruktur energi mulai dari sektor hulu yang terus siaga, kilang yang beroperasi penuh hingga sektor hilir yang siaga 24 jam. Seluruh unit usaha Pertamina juga siap memberikan promo dan layanan terbaiknya," katanya.
Masih kata Baron, Pertamina Patra Niaga telah menyiapkan infrastruktur distribusi energi meliputi 7.885 SPBU, 6.777 Pertashop, 6.662 Agen LPG, dan 223 Agen Minyak Tanah.
“Untuk memberikan layanan yang optimal, Pertamina juga telah menyediakan layanan energi pendukung di jalur potensial baik di jalur tol, jalur wisata, dan jalur lintas utama yang menjadi titik keramaian pemudik,” ujarnya.
Selain layanan energi, Pertamina terus meningkatkan pelayanan kepada para pemudik melalui Serambi MyPertamina, yakni tempat rehat masyarakat di tengah perjalanan. Jumlah Serambi MyPertamina meningkat hampir dua kali lipat dari 27 titik pada tahun 2025 menjadi 41 titik pada tahun 2026.
Layanan yang tersedia di Serambi MyPertamina antara lain kursi pijat, Bright barbershop, medical check, THR MyPertamina, Tukar Uang BNI, Baznaz Corner serta Skin Check & Sunscreen Dispenser.
Pertamina juga menyiagakan layanan ambulance di 5 Serambi MyPertamina, layanan porter gratis di beberapa bandara dan layanan towing serta service car.
Di sektor gas, Subholding Gas Pertamina terus memastikan keandalan pasokan gas untuk 818 ribu pelanggan jaringan gas rumah tangga yang tersebar di 8 provinsi di Indonesia.
Sedangkan Pertamina NRE, terus menjaga keandalan pasokan di sektor energi bersih dengan total kapasitas 3 Gigawatt.
Baron menambahkan, kesiapan Satgas Ramadan dan Idulfitri 2026 juga diterapkan untuk Anak Perusahaannya, terutama yang berhubungan dengan masyarakat yakni Pelita Air Service, Pertamina Bina Medika IHC dan Patra Jasa.
Dalam hal pelayanan kesehatan bagi pemudik, IHC menyiagakan 38 rumah sakit dan 68 klinik di seluruh Indonesia. Sebagian rumah sakit juga melayani Hemodialisa Travel, sehingga memberi kemudahan bagi masyarakat yang memiliki kebutuhan Hemodialisa saat bepergian.
Sementara itu, anak usaha di bidang Perhotelan dan Hospitality Patra Jasa saat ini mengoperasikan 9 unit hotel yang tersebar di berbagai destinasi strategis di Indonesia, dengan total lebih dari 900 kamar.
Sedangkan, Pelita Air yang melayani transportasi udara, akan menyiapkan 15 armada Airbus A320 dengan 17 rute domestik dan internasional selama masa Satgas Ramadan dan Idulfitri 2026.
Pelita Air telah menyiapkan 25 persen penambahan jumlah kursi, dibanding tahun lalu.
Selama masa Satgas, Pelita Air memberikan diskon sebesar 19 persen bagi penumpang dari Jakarta ke berbagai kota tujuan. Sedangkan, bagi penumpang yang menuju Jakarta akan mendapat tambahan diskon sebesar 35 persen.
“Pertamina Group siap melayani sepenuh hati memberikan layanan terbaik untuk masyarakat yang merayakan Idulfitri,” ucap Baron.
Baron menegaskan, seluruh infrastruktur distribusi energi dan layanan Pertamina termonitor secara real time di Pertamina Digital Hub. Dengan memanfaatkan AI dalam pengolahan data, Pertamina bisa mengambil keputusan cepat sesuai yang dibutuhkan di lapangan.
BERITA TERKAIT: