Sejak pembukaan IHSG sudah bergerak di zona merah. Pelemahan ini menjadi koreksi ketiga berturut-turut sejak awal pekan. Secara bulanan, indeks bahkan sudah terpangkas hampir 8 persen.
Nilai transaksi di seluruh pasar tercatat mencapai Rp29,72 triliun, dengan 53,61 miliar lembar saham yang diperdagangkan.
Tekanan ini terjadi di tengah gejolak konflik di Timur Tengah. Eskalasi ketegangan membuat investor global menghindari aset berisiko, termasuk saham di pasar Indonesia.
Dari dalam negeri, sentimen bertambah berat setelah Fitch Ratings merevisi outlook kredit Indonesia menjadi negatif, meski tetap mempertahankan peringkat di level “BBB”.
Perubahan prospek itu didorong sejumlah faktor, di antaranya kekhawatiran terhadap pelebaran defisit, kenaikan utang, serta tekanan belanja pemerintah, termasuk imbas pembiayaan program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Revisi dari Fitch tersebut memperparah sentimen negatif setelah S&P Global Ratings juga memberikan peringatan terhadap prospek fiskal Indonesia.
BERITA TERKAIT: