Salah satu pendorong utama naiknya harga adalah meningkatnya aktivitas “paus” Bitcoin. Transaksi bernilai besar mencapai level tertinggi tahun ini dan jumlah dompet yang menyimpan lebih dari 1.000 BTC terus bertambah sejak akhir Oktober.
Pemulihan juga datang dari arus masuk ETF Bitcoin spot di Amerika Serikat. Pada 19 November, total dana yang masuk mencapai sekitar 75 juta dolar, dipimpin oleh produk milik BlackRock.
Arus dana ini membalikkan tren penarikan yang sebelumnya sempat membebani pasar dan menjadi sinyal bahwa minat institusional terhadap Bitcoin mulai pulih.
Dari sisi teknikal, Bitcoin memantul dari area support 88.570 Dolar AS setelah masuk zona jenuh jual. Kondisi ini memicu pembelian algoritmik dan short covering yang membantu harga kembali naik.
Area 88.500-90.000 Dolar AS masih menjadi zona permintaan penting, sementara pasar kini menunggu apakah Bitcoin mampu menembus resistensi di sekitar 93.500 dolar untuk melanjutkan momentum penguatan.
Jadikan RMOL.ID sumber pilihan pencarian Google
BERITA TERKAIT: