Ancaman Inflasi Global Tekan Harga Emas Dunia ke Bawah Level 5.000 Dolar AS

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/reni-erina-1'>RENI ERINA</a>
LAPORAN: RENI ERINA
  • Selasa, 17 Maret 2026, 07:22 WIB
Ancaman Inflasi Global Tekan Harga Emas Dunia ke Bawah Level 5.000 Dolar AS
Ilustrasi (Artificial Inteligence)
rmol news logo Laju harga emas terpaksa tertahan di zona merah pada perdagangan Senin 16 Maret 2026 akibat kekhawatiran pasar terhadap potensi suku bunga tinggi yang bertahan lebih lama. 

Meski Dolar AS sedang melemah dan permintaan terhadap aset aman (safe-haven) meningkat, sentimen inflasi yang dipicu oleh konflik di Timur Tengah terbukti lebih dominan menekan harga logam mulia ini.

Dikutip dari Reuters, Emas spot terkoreksi 0,5 persen ke posisi 4.993,42 Dolar AS per ons, sementara emas berjangka AS untuk pengiriman April merosot lebih dalam sebesar 1,2 persen ke level 5.002,20 Dolar AS per ons. 

Pelemahan ini terjadi di tengah situasi yang kontradiktif; biasanya, ketika greenback turun dari posisi puncaknya, emas akan menjadi lebih murah bagi investor global dan mendorong pembelian. Namun, ancaman inflasi akibat lonjakan harga energi justru membuat pelaku pasar ragu bahwa bank sentral akan segera memangkas suku bunga.

Analis menyoroti bahwa kenaikan harga minyak dunia—yang telah melonjak lebih dari 60 persen sejak awal tahun—menjadi pemicu utama inflasi. Jika tekanan harga ini terus berlanjut, The Fed diperkirakan tidak akan seagresif sebelumnya dalam melonggarkan kebijakan moneter. Hal ini menjadi beban bagi emas karena daya tarik aset tanpa imbal hasil ini cenderung meredup saat suku bunga tetap tinggi.

Meski tertekan dalam jangka pendek, prospek jangka panjang emas dinilai masih sangat menjanjikan dengan potensi menembus level 6.000 Dolar AS per ons, mengingat masih banyaknya modal investor yang menunggu momentum untuk masuk. 

Di sisi lain, pasar terus mencermati ketegangan geopolitik antara AS-Israel dan Iran yang telah menutup Selat Hormuz, jalur krusial bagi 20 persen pasokan energi dunia. 

Selain itu, perhatian investor pekan ini juga tertuju pada rilis data ekonomi penting AS serta keputusan kebijakan Federal Reserve yang kini tengah dalam masa transisi kepemimpinan ke tangan Kevin Warsh. 

Sementara emas melemah, logam lain seperti platinum dan paladium justru berhasil mencatatkan kenaikan yang cukup signifikan. Harga perak spot tercatat di posisi 80,52 Dolar AS per ons. Sementara itu, platinum melambung 3,9 persen menjadi 2.103,42 Dolar AS per ons. rmol news logo article
EDITOR: RENI ERINA

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA