Sentimen positif hati ini ikut didorong oleh turunnya harga minyak, yang memberi angin segar bagi investor setelah periode tekanan pasar.
Di sisi lain, pelaku pasar juga mencermati perkembangan geopolitik, termasuk konflik Iran serta langkah Presiden AS Donald Trump yang meminta penundaan pertemuan dengan Presiden China Xi Jinping selama sekitar satu bulan.
Dikutip dari CNBC International, indeks Nikkei 225 Jepang naik sekitar 0,75 persen, sementara Topix menguat lebih dari 1 persen. Di Korea Selatan, indeks Kospi melonjak hampir 3 persen, dengan saham teknologi seperti SK Hynix dan Samsung Electronics masing-masing naik lebih dari 3 persen dan 4 persen.
Di Australia, indeks S&P/ASX 200 juga menguat tipis 0,27 persen, didukung ekspektasi kenaikan suku bunga oleh bank sentral.
Kenaikan saham teknologi turut dipicu optimisme dari sektor kecerdasan buatan (AI). CEO Jensen Huang menyebut permintaan chip generasi baru seperti Blackwell dan Vera Rubin berpotensi mencapai nilai hingga 1 triliun Dolar AS sampai 2027. Hal ini ikut mendorong saham perusahaan chip lain seperti TSMC yang naik sekitar 1 persen, meskipun pergerakan saham semikonduktor Jepang seperti Tokyo Electron dan Advantest cenderung bervariasi.
Di Hong Kong, kontrak berjangka indeks Hang Seng Index juga mengindikasikan pembukaan yang lebih tinggi dibanding penutupan sebelumnya. Ini mencerminkan optimisme investor yang mulai kembali masuk ke pasar saham setelah volatilitas akibat kenaikan harga energi beberapa waktu lalu.
Sementara itu, harga minyak sempat turun tajam pada awal pekan, dengan minyak Brent dan WTI masing-masing mengalami penurunan signifikan sebelum kembali naik tipis.
BERITA TERKAIT: