Meski begitu, sejumlah analis menilai Dolar masih berpotensi rebound jika data inflasi pekan ini memperlihatkan lonjakan harga yang signifikan.
Indeks Dolar (DXY), ukuran greenback terhadap sekeranjang enam mata uang utama, turun 0,4 persen menjadi 97,51 pada penutupan perdagangan Senin 8 September 2025 waktu AS, setelah sehari sebelumnya melemah lebih dari 0,5 persen.
Versus Franc Swiss, Dolar merosot 0,5 persen menjadi 0,7937, terendah sejak 24 Juli 2025.
Euro stabil menguat 0,2 persen menjadi 1,1751 Dolar AS di tengah guncangan politik yang melengserkan Perdana Menteri Francois Bayrou.
Sebelumnya, di Jepang, Perdana Menteri Shigeru Ishiba mengumumkan pengunduran dirinya, membuka babak ketidakpastian politik baru di ekonomi terbesar keempat dunia itu.
Keputusan tersebut menekan Yen, yang sempat melorot hingga 0,8 persen sebelum ditutup turun 0,2 persen menjadi 147,695 per Dolar AS.
Yen juga melemah terhadap Euro, menyentuh posisi terendah lebih dari setahun dengan euro naik 0,4 persen ke 173,40 Yen.
Poundsterling menguat 0,3 persen menjadi 1,3545 Dolar AS setelah naik lebih dari 0,5 persen pada sesi Jumat.
BERITA TERKAIT: