Pengumuman tersebut disampaikan perusahaan pada Kamis (1/8), seraya menyampaikan bahwa kemungkinan pendapatan kuartal ketiga akan di bawah estimasi pasar. Perusahaan sedang berjuang dengan penurunan pengeluaran pada semikonduktor pusat data tradisional, untuk kemudian fokus pada chip AI, yang membuatnya tertinggal dari para pesaingnya seperti Nvidia.
“Ini adalah berita menyakitkan yang ingin saya sampaikan. Saya tahu akan lebih sulit bagi Anda untuk membacanya,” demikian bunyi bagian memo dari CEO Intel Pat Gelsinger kepada stafnya, seperti dikutip dari
The Verge, Jumat (2/8).
Intel baru saja melaporkan kerugian sebesar 1,6 miliar dolar AS pada kuartal II (Q2)-2024, jauh lebih besar dari kerugian sebesar 437 juta Dolar AS pada kuartal terakhir.
“Kinerja keuangan Q2 kami mengecewakan, bahkan ketika kami mencapai tonggak penting dalam teknologi produk dan proses,” ujar Gelsinger dalam siaran pers perusahaan.
“Pendapatan kami belum tumbuh seperti yang diharapkan dan kami belum sepenuhnya mendapatkan manfaat dari tren yang kuat, seperti AI,” sambungnya.
Saat ini perusahaan yang berkantor pusat di Santa Clara, California, mempekerjakan lebih dari 130.000 karyawan.
BERITA TERKAIT: