Sepanjang pekan ini, pasar sempat bergejolak akibat kekhawatiran geopolitik, termasuk ancaman tarif baru dari Presiden AS Donald Trump terhadap negara-negara Eropa. Meski sempat bangkit dalam dua hari terakhir, tekanan kembali muncul menjelang akhir pekan.
Dikutip dari Reuters, Sabtu 24 Januari 2026, pada perdagangan Jumat, Dow Jones Industrial Average turun 285,30 poin atau 0,58 persen ke level 49.098,71. Sementara S&P 500 relatif stagnan dengan kenaikan tipis 2,26 poin atau 0,03 persen ke 6.915,61. Nasdaq Composite justru menguat 65,23 poin atau 0,28 persen ke 23.501,24.
Secara mingguan, ketiga indeks tetap mencatatkan penurunan: Dow turun 0,53 persen, S&P 500 melemah 0,36 persen, dan Nasdaq terkoreksi 0,06 persen.
Tekanan terbesar datang dari Intel, yang sahamnya anjlok sekitar 17 persen. Perusahaan pembuat chip tersebut memperkirakan pendapatan dan laba kuartalan di bawah ekspektasi pasar, dengan alasan kesulitan memenuhi permintaan chip server untuk pusat data kecerdasan buatan (AI).
Meski terjadi pelemahan terbatas, investor masih menilai kondisi ekonomi Amerika Serikat cukup solid. Volatilitas akibat isu geopolitik dianggap sebagai risiko yang ada, tetapi belum cukup kuat untuk mengubah pandangan positif terhadap fundamental ekonomi.
BERITA TERKAIT: