Aturan ini dibuat pemerintah melalui Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ). Melalui aturan ini, kendaraan pengangkut bersumbu 4 dan 5 untuk tidak meÂlintas sebelum Gerbang Tol (GT) Kalihurip hingga Bekasi Barat di Tol Cikampek-Jakarta pada pukul 06.00 hingga 09.00 WIB.
Kepala BPTJ, Bambang Prihartono menjelaskan, pengaturan perjalanan tersebut akan dilakukan selama lima hari, mulai Senin tanggal 16 sampai Jumat 20 Oktober 2017. Sedangkan masa sosialisasi akan digelar pada 9-13 Oktober pekan depan.
"Jika diperlukan, bisa dilakukan sekali lagi masa uji coba," kata Bambang Prihartono di kantor BPTJ, Jakarta, Kamis.
Ia menjelaskan, walaupun popuÂlasi kendaraan bersumbu 4-5 hanya tiga persen dari seluruh kendaraan yang melintas di tol tersebut, naÂmun pengaturan ini diharapkan bisa memperlancar laju kendaraan dari rata-rata 10km/jam menjadi 30km/ jam. "Sehingga jika mereka diatur, akan meningkatkan kecepatan menÂjadi 30 km/jam," jelas dia.
Angkutan barang yang bukan dari kawasan industri juga dilarang masuk tol dan parkir sementara di tepi jalan. Hal yang sama juga berlaku bagi angkutan barang dari arah luar tol Cikampek. Sedangkan kendaraan yang sudah berada di dalam tol pada waktu pengaturan tersebut tetap diÂizinkan melintasi jalan tol.
Uji coba pengaturan itu hanya berlaku untuk arus kendaraan dari Cikampek menuju Jakarta, sedanÂgkan arah sebaliknya belum akan diujicobakan.
Meskipun baru akan diterapkan minggu depan, di jagat media sosial, aturan ini sudah ramai dibicarakan warganet. Ada yang protes, tapi tidak sedikit juga yang mendukung aturan itu.
"Truck lagi kambing hitam, pak mikir dikitttt aja kenapa.... katanya ekspor mau di genjot,pemerintah jgn mencla mencle lah," sindir akun @ gusima.
"Truck lagi yg jadi kambing hiÂtam, tol dalkot pagi sore tidak ada truck, macetnya parah," beber akun @jacky69.
"Pak @jokowi tolong bapak ingatkan si @BudiKaryaS soal kebiÂjakannya thd truk dan jalan tol," cuit akun @ubegebe1 menolak rencana tersebut.
"Truk2 itu ngangkut barang keÂbutuhan org2 yg pada terganggu jalannya. Jadi kalo pada gak mau terganggu sama truk ya jangan belanja, jangan konsumtif. Ini kan ibarat ngiket tangan buat kita maÂkan," kata akun @semurtahu.
"Kenapa harus truk yang dilarang masuk bukan kendaraan pribadi?" Kritik akun @Margiujanto.
"Jokowi geber bangun tol denÂgan alasan biar logistik lancar. Ini kebalik...truk itu kan bawa logistik. Koq tol jadi memperlancar pribadi2. Jokowi dan anak buah ga sinkron nih," tutur akun @baoadi.
"Pengusaha pengangkutan seÂlalu Kena getahnya, kepentingan distribusi barang dikalahkan Oleh kepentingan pribadi pengguna Jalan, siap2 biaya logistik Naik," protes akun @papotong.
"Terus saja mobil pribadi diberi kemudahan, pengusaha dipersuÂlit. Lama-lama pengusaha habis. Gimana pak @jokowi?" cuit akun W_Sukaryo.
"iye nih gembel banget pemerÂintah bikin aturan..yg jelas2 bikin macet mobil pribadi.." timpal akun @enysushee.
Ketua Asosiasi Pengusaha Truk Indonesia (Aptrindo) Jakarta juga menolak aturan tersebut. Menurutnya, pelarangan tersebut hanya menjadikan truk sumbu tiga menjadi kambing hitam dan harus cari solusi lain.
"Sekarang kalau dibatasi truk, itu namanya kemunduran, enggak atasi masalah. Truk itu urat nadi perdagangan, kalau perdagangan tersumbat, ekspor impor terganggu," kata Ketua Umum DPP Aptrindo Gemilang Tarigan.
Warganet berharap kebijakan yang diambil tidak menjadi hambatan daÂlam memenuhi kebutuhan logistik, namun juga berharap kemacetan dapat teratasi. "Mobil pribadi diÂbatasi, angkutan umum dibenahi biar nyaman... itu betul... tapi truk2 dan bis juga harus di didik jg spy disiplin boss, pakai jalur yg mmg sdh diatur, itu juga mengakibatkan penumpukan dan akhirnya macet," ujar akun @romeo1919.
Pengguna media sosial lainnya sepakÂat pembatasan truk melintas di kawasan ruas tol. Menurut warganet truk yang melintas memakan badan jalan dan membuat jalan cepat hancur.
"Blm pernah bawa mobil sendiri ya,coz truk itu kecepatan nya bnyk yg lambat dan makan jalur jg itu yg bikin lambat di jalan," kata akun @Dinss.
"Jangan Cuma 3 jam pak, sekalian aja sampai jam 10 malam..," usul akun @TariganRaemond.
"Truk pada
overload. Di tol jalan di bawah 60 km-jam.. pada anteng ga mau ke kiri tapi ambil jalur kanan. Itu yang bikin macet," kata akun @mr.q80.
"Truk-truk tua penyebab kemacÂetan dan sering mogok itu yang prioritas," kata akun @gongsim.
"Betul itu, kalau bisa malam aja keong-keong itu jalan biar ga bikin macet jalan. Atau pake kereta aja, kan bisa langsung muat banyak," dukung akun @hans2212.
"Sekalian pak, Di JALANRAYA JATIASIH, Bekasi juga....DILARANG SAJA LEWAT,bikin jalan rusak dan MACET.....," kata akun @liber_manurung.
"Kenapa tidak menggunakan kereta pengangkut barang saja..!!! lalu truk pengangkut tandby di stasiun kereta siap antar jemput," kata akun @santoso29 memberikan solusi. ***
BERITA TERKAIT: