Tidak heran jika sepanjang sejarahnya, pesantren telah menjadi salah satu pilar dalam upaya bangsa Indonesia merawat dan menyuburkan persatuan Indonesia yang ber-bhinneka tunggal ika (berbeda-beda tetapi tetap satu jua).
Sejak masa penjajahan, pesantren sudah berkiprah dalam upaya melawan pecah-belah yang dilakukan rezim kolonial, bahkan mengerahkan para santri untuk berjihad melawan penjajah sebagai bentuk perwujudan dari cinta tanah air dan manifestasi iman pada agama, sebagaimana yang pernah digelorakan oleh K.H Hasyim Asy’ari dalam rangka
hubbul wathon minal iman (cinta negara merupakan manifestasi iman).
Pada tahap pembentukan identitas bangsa, para ulama pemimpin pesantren juga berperan kunci dalam mewujudkan konsensus kebangsaan yang menghargai semangat ketuhanan, kemanusiaan, keberagaman, demokrasi dan kerakyatan, yakni apa yang dikenal dengan Pancasila.
“Peran pesantren dalam menjaga semangat ber-bhinneka tunggal ika terus terjaga dan tidak pernah lekang hingga saat ini," kata Dito Alif Pratama, alumni pesantren yang saat ini sedang menempuh studi master tentang perdamaian dan rekonsiliasi berbasis agama di Vrije Universiteit, Amsterdam.
"Kurikulum pendidikan dan internalisasi nilai di pesantren sangat menekankan pada nilai-nilai perdamaian dan solidaritas serta pentingnya menjaga kehidupan yang damai dan harmonis di antara semua komponen bangsa Indonesia,†tambah aktivis Nahdlatul Ulama (NU) Belanda ini.
Dalam rangka mengkaji dan mengusung pesan kebangsaan yang diperankan pesantren, Pengurus Cabang Istimewa (PCI) NU Belanda akan melakukan kegiatan bedah film
Jalan Dakwah Pesantren yang disutradarai oleh Yuda Kurniawan pada Selasa 28 Maret 2017. Dilanjutkan dialog interaktif dengan tema: ‘The Role of Pesantren in Maintaining the ‘Unity And Diversity’ in Indonesia’.
Acara yang terselenggara melalui kerja sama dengan Perhimpunan pelajar Indonesia (PPI) Amsterdam ini akan berlangsung di kampus Vrije University Amsterdam pada pukul 16.00-19.00 CET.
Menurut Dito Alif Pratama selaku koordinator acara, dalam acara ini akan hadir sebagai pembedah film Hamzah Sahal yang merupakan produser film ini dan sekaligus aktivis di NUtizen.
Sedangkan sebagai pembahas dalam sesi dialog interaktif adalah Johannes Linandi (Pengamat Pendidikan, Pendeta di Gereja Kristen Indonesia Belanda, Amsterdam), Chris Caplin (Peneliti di Royal Netherlands Institute of Southeast Asian and Caribean Studies atau KITLV, Leiden) dan Irfan L. Sarhindi (penulis buku best seller
Kun Fayakun, Kun La Takun dan
The Lost Story of Ka'bah, sekaligus peneliti pendidikan dari University College London).
"Beberapa persoalan penting akan diangkat dalam dialog interaktif ini, antara lain bagaimana sistem dan model pendidikan yang diterapkan di banyak pesantren di Indonesia, bagaimana peran pesantren dalam merawat dan meruwat persatuan dan kesatuan Indonesia yang ber-bhinneka tunggal ika, dan bagaimana aktualisasinya di tengah gejala maraknya ancaman terhadap semangat kebhinekaan belakangan ini," jelas Dito Alif Pratama.
Syahril Siddik, pengurus Tanfidziyah NU Belanda, dalam kesempatan terpisah menjelaskan bahwa kegiatan bedah film dan dialog interaktif tersebut merupakan salah satu acara dalam rangkaian kegiatan pendukung Konferensi Cabang Istimewa kedua NU Belanda yang berlangsung dari 27-30 Maret 2017 dengan mengangkat tema: ‘Rethinking Indonesia’s Islam Nusantara: From Local Relevance to Global Significance’.
"Melalui kegiatan bedah film ini kami hendak mengenalkan pada khalayak Eropa bagaimana sesungguhnya Islam Indonesia yang rahmatan lil alaamin, termasuk peran pesantren di dalamnya," kata mahasiswa PhD Leiden University ini menambahkan.
Tidak hanya di Amsterdam, kegiatan bedah film serupa juga akan diselenggarakan di tempat yang berbeda, anatara lain di kota Leiden, Belanda.
"Kami berharap kegiatan ini akan memberikan pemahaman yang lebih positif tentang lembaga pesantren yang khas Islam nusantara kepada khalayak Belanda di tengah maraknya Islamphobia belakangan ini," pungkas Syahril Siddik melalui pers rilis yang diterima redaksi, hari ini (Minggu, 26/3)
.[wid]
BERITA TERKAIT: