Sejak akhir tahun 2016, harga komoditas sudah naik. "Harga batubara sudah sampai ke 80 dolar AS per ton, naik dari sebelumnya 50 dolar Asper ton, harga sawit dan nikel juga sudah mulai membaik," jelasnya
Menurut JK, kenaikan harga komoditas akan memberiÂkan pengaruh besar terhadap perekonomian. Karena, IndoÂnesia merupakan salah satu produsen besar komoditas seperti batubara dan crude palm oil (CPO).
"Kenaikan harga komoditas akan mendorong penerimaan negara menjadi lebih baik. Jika anggaran naik maka peÂmerintah memiliki modal lebih besar untuk mendorong laju pertumbuhan ekonomi," terangnya.
Direktur Eksekutif AsoÂsiasi Pertambangan Batubara Indonesia (APBI) Supriatna Suhala memiliki pandangan sama. Dia yakin kenaikan harga komoditas bisa memberikan kontribusi untuk membantu mengerek kerja perekonomian.
"Tahun ini sepertinya akan lebih baik dari tahun lalu. Karena, pemerintah China sebagai produsen terbesar dan konsumer terbesar di dunia tidak akan membiarkan harga batubara terlalu rendah mauÂpun terlalu tinggi," terang Supriatna kepada
Rakyat Merdeka, kemarin.
Supriatna memperkirakan harga batubara tahun ini berkisar 65 sampai 75 dolar AS per ton untuk kualitas di atas 6.000 kcal per kilogram. Menurutnya, kenaikan harga itu akan menggairahkan perÂekonomian daerah penghasil tambang.
Selain harga batubara, SuÂpriatna menilai, harga minyak sawit juga akan terus membaik seiring konsumsi dunia yang terus meningkat. ***
BERITA TERKAIT: